
Pantau - Kementerian Sosial (Kemensos) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sepakat membangun kerja sama untuk memperkuat program Sekolah Rakyat serta berbagai program pemberdayaan masyarakat melalui riset, kajian kebijakan, pengembangan teknologi, evaluasi program, dan pemanfaatan inovasi guna mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.
Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan Sekolah Rakyat yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dengan pendekatan kebijakan berbasis bukti atau evidence-based policy.
Deputi Bidang Kebijakan Pembangunan BRIN Prof. Nunung Nuryartono menyatakan BRIN siap mengerahkan jejaring riset yang dimiliki untuk mendukung berbagai kebutuhan Kemensos.
Ia mengungkapkan, "BRIN siap mendukung Kementerian Sosial. Silakan segera berkirim surat mengenai kebutuhan kajian maupun teknologi yang diperlukan agar dapat segera kami tindak lanjuti bersama."
BRIN Siapkan Riset dan Teknologi untuk Sekolah Rakyat
BRIN menawarkan kajian yang mencakup evaluasi dampak penyelenggaraan Sekolah Rakyat serta rekomendasi penyempurnaan kebijakan.
Kajian tersebut akan meliputi perkembangan peserta didik, infrastruktur Sekolah Rakyat, kurikulum, tata kelola, dan berbagai aspek pendukung lainnya dalam ekosistem penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
Selain riset, BRIN juga menawarkan berbagai teknologi yang dapat diterapkan di Sekolah Rakyat.
Teknologi yang disiapkan meliputi teknologi pencarian sumber air, teknologi pemanenan air hujan, teknologi desalinasi air, teknologi daur ulang air, serta teknologi pengelolaan sampah berbasis teknologi.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah teknologi LASAMOR yang merupakan sistem pengolahan sampah skala rumah tangga.
Teknologi LASAMOR dapat dimanfaatkan oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial sebagai bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Prof. Nunung Nuryartono mengatakan, "Pengolahan sampah tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan nilai ekonomi bagi masyarakat. Teknologinya sudah tersedia dan siap disinergikan bersama Kementerian Sosial."
Kemensos Dorong Pemberdayaan Masyarakat dan Pengentasan Kemiskinan
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo menyambut positif tawaran kerja sama yang disampaikan BRIN.
Agus Jabo menjelaskan Kemensos telah menjalankan program pemberdayaan berbasis masyarakat melalui Kampung Berdaya Kemensos.
Salah satu program tersebut adalah Kampung Bersih dan Berdaya yang telah dipilotkan di Serang, Bogor, dan Bali.
Ia mengatakan, "Program pemberdayaan berbasis kampung ini sangat sejalan dengan tawaran BRIN. Selama ini kami sudah memulai gerakan Kampung Bersih dan Berdaya, sehingga teknologi pengolahan sampah dari BRIN dapat menjadi penguat agar sampah memiliki nilai ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Agus Jabo menjelaskan Kemensos kini menerapkan paradigma baru yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga menekankan pemberdayaan agar KPM mampu keluar dari jerat kemiskinan.
Ia menyebut Kemensos mengemban tiga mandat utama Presiden, yakni pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), penyaluran bantuan sosial secara tepat sasaran, dan pelaksanaan program Sekolah Rakyat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan.
Menurut Agus Jabo, Sekolah Rakyat menjadi prioritas utama karena memiliki misi memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Ia mengatakan, "Kalau sejak awal BRIN terlibat melalui riset dan kajian, tentu akan memperkuat Sekolah Rakyat. Hasil riset itu nantinya juga bisa menjelaskan kepada publik bagaimana perubahan yang terjadi pada para siswa serta penyempurnaan kebijakan yang perlu dilakukan ke depan."
Selain mendukung Sekolah Rakyat, Kemensos dan BRIN juga membahas peluang kolaborasi dalam pengembangan teknologi tepat guna bagi kelompok rentan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pemanfaatan hasil riset BRIN untuk mendukung pengentasan kemiskinan.
Sebagai tindak lanjut, Kemensos dan BRIN sepakat segera menyusun mekanisme kerja sama melalui koordinasi teknis antarsatuan kerja agar berbagai program prioritas dapat segera diimplementasikan.
- Penulis :
- Leon Weldrick



