
Pantau - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang menggelar flagship Sapta Rona Pesona (SRP) 2026 pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 di Kota Malang sebagai upaya mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui penguatan kolaborasi antardaerah, peningkatan transaksi digital, dan pengembangan ekonomi inklusif.
Sinergi Tujuh Daerah Perkuat Pertumbuhan Ekonomi
SRP 2026 menghadirkan kreativitas dan produk unggulan dari tujuh daerah dalam wilayah kerja KPwBI Malang yang meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, Kota Batu, Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Probolinggo.
Kepala KPwBI Malang Indra Kuspriyadi mengatakan penyatuan potensi tujuh daerah tersebut menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum positif perekonomian regional.
"Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah kerja BI Malang tercatat solid dan berada di atas rata-rata pertumbuhan Jawa Timur maupun nasional," ungkap Indra.
Pada triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi wilayah kerja BI Malang tercatat sebesar 6,36 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,96 persen maupun nasional yang mencapai 5,61 persen.
Indra menegaskan momentum pertumbuhan tersebut harus terus dijaga melalui percepatan penggunaan kanal pembayaran digital QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Menurutnya, pemanfaatan QRIS diharapkan mampu membantu UMKM berkembang lebih cepat dan naik kelas seiring meningkatnya aktivitas ekonomi digital.
Volume transaksi QRIS di wilayah kerja KPwBI Malang juga meningkat hingga 166 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebagai salah satu indikator penguatan ekonomi digital.
BI Malang turut memperkenalkan tagline baru WARM yang merupakan singkatan dari warna, rasa, dan makna.
"Melalui tagline baru kami, WARM (warna, rasa, makna), kami hadir untuk memberikan warna dalam dinamika ekonomi, menumbuhkan rasa nasionalisme, dan memberikan makna nyata bagi masyarakat," ujar Indra.
Tiga Pilar Strategis Pengembangan UMKM
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur sekaligus Koordinator BI Wilayah Jawa, Rifki Ismal, menegaskan UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia karena mencakup 99 persen unit usaha, menyumbang 62 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dan menyerap 97 persen tenaga kerja.
Di Jawa Timur, UMKM berkontribusi sekitar 60 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) serta menyerap 97 persen tenaga kerja.
"Di Jawa Timur, UMKM berkontribusi hingga 60 persen terhadap PDRB dan menyerap 97 persen tenaga kerja. Oleh karena itu, membina dan menaikkan kelas UMKM sama halnya dengan mengangkat perekonomian nasional secara keseluruhan," kata Rifki.
Rifki menjelaskan Bank Indonesia menjalankan tiga pilar strategis dalam pengembangan UMKM yang meliputi korporatisasi, peningkatan kapasitas, dan perluasan akses pembiayaan.
Ia mengatakan korporatisasi dilakukan dengan mendorong UMKM rumah tangga menjadi badan usaha berbadan hukum agar memiliki kelembagaan formal serta laporan keuangan yang transparan dan akuntabel.
Menurut Rifki, belum dimilikinya badan hukum menjadi salah satu penyebab UMKM masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari sektor perbankan.
Peningkatan kapasitas dilakukan melalui peningkatan kualitas produk, daya saing, serta skala produksi agar produk UMKM mampu memenuhi pasar lokal maupun menembus pasar global.
Sementara itu, perluasan akses pembiayaan dilakukan melalui integrasi sektor perbankan dengan pelaku UMKM, penyelenggaraan business matching, serta pameran untuk membuka akses permodalan.
SRP 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Jakarta serta Festival Ekonomi Syariah (Fesyar) Jawa yang akan digelar pada akhir September 2026 di Surabaya.
- Penulis :
- Arian Mesa



