
Pantau - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Presiden Korea Selatan memintanya membantu membuka jalur dialog dengan Korea Utara saat kunjungan kenegaraannya ke Korea Selatan, dan menyatakan siap menjalankan misi tersebut apabila ada permintaan resmi karena menilai hal itu mencerminkan kepercayaan dunia terhadap politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
Permintaan Dialog dengan Korea Utara
Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Presiden Korea Selatan meminta bantuannya untuk membuka komunikasi dengan Korea Utara.
Ia mengungkapkan, "Presiden Korea Selatan, minta kepada saya, bisa nggak saya berkunjung ke Korea Utara untuk membuka semacam dialog."
Menanggapi permintaan tersebut, Presiden Prabowo menyatakan kesediaannya apabila diminta secara resmi menjalankan misi diplomatik itu.
Ia mengatakan, "Saya bilang, oh saya dengan hormat, dengan rela, kalau diminta saya untuk ke Korea Utara, saya akan berangkat."
Menurut Presiden Prabowo, permintaan tersebut menunjukkan kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok.
Politik Luar Negeri Bebas Aktif Tetap Menjadi Pegangan
Presiden Prabowo menilai kepercayaan itu lahir karena Indonesia selama ini dikenal tidak memiliki kepentingan untuk mencampuri urusan dalam negeri negara lain.
Ia menegaskan, "Indonesia dianggap tidak punya kepentingan mau mencampur dalam urusan dalam negeri, negara manapun. Itu yang kita pegang teguh."
Presiden Prabowo menjelaskan bahwa prinsip tersebut membuat Indonesia dapat diterima oleh berbagai pihak yang memiliki kepentingan berbeda.
Ia mencontohkan pendekatan serupa juga diterapkan Indonesia dalam menyikapi konflik di Myanmar sehingga tetap dapat diterima oleh berbagai pihak yang terlibat.
Presiden Prabowo kembali menegaskan bahwa Indonesia akan terus berpegang pada politik luar negeri non-aligned yang diwariskan para pendiri bangsa.
Ia menyatakan Indonesia tidak akan bergabung dengan blok maupun pakta militer mana pun dan akan terus membangun hubungan baik dengan seluruh negara.
Presiden Prabowo menegaskan, "Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita, saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan."
Menurut Presiden Prabowo, sikap netral dan terbuka terhadap semua pihak menjadi modal penting bagi Indonesia untuk terus berkontribusi dalam mendorong perdamaian serta penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.
- Penulis :
- Shila Glorya



