HOME  ⁄  Nasional

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga di Dunia, Warga Diimbau Pakai Masker
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Masyarakat menggunakan masker untuk menghindari polusi udara di kawasan Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. ANTARA/Siti Nurhaliza./aa..)

Pantau - Kualitas udara di Jakarta pada Sabtu (1/8) pagi masuk kategori tidak sehat dan menempati peringkat ketiga sebagai kota dengan udara terburuk di dunia berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir.

Data IQAir pada pukul 06.00 WIB menunjukkan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) Jakarta berada di angka 163 dengan konsentrasi polutan PM2.5 sebesar 79,2 mikrogram per meter kubik.

Kategori tersebut menunjukkan kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif karena berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan pada manusia dan hewan yang rentan serta berdampak pada tumbuhan.

Warga Disarankan Batasi Aktivitas Luar Ruangan

IQAir merekomendasikan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.

Masyarakat juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta menutup jendela untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.

Pada daftar kota dengan kualitas udara terburuk, Kinshasa di Republik Demokratik Kongo menempati posisi pertama dengan AQI 243, disusul Kampala, Uganda, dengan AQI 240.

Jakarta berada di posisi ketiga dengan AQI 163, diikuti Manama, Bahrain, dengan AQI 137 dan Dubai, Uni Emirat Arab, dengan AQI 134.

Pemprov DKI Kembangkan Sistem Peringatan Dini

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mengembangkan sistem peringatan dini kualitas udara atau Early Warning System (EWS).

Sistem tersebut disiapkan untuk memberikan prakiraan kualitas udara yang lebih akurat sehingga masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan, dapat mengambil langkah pencegahan lebih awal.

Melalui sistem tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas, menggunakan masker, membatasi kegiatan fisik di luar ruangan, dan mengurangi paparan polusi udara ketika kualitas udara diperkirakan memburuk.

Penulis :
Aditya Yohan