HOME  ⁄  Nasional

Video Aksi Ricuh yang Disebut Demo BEM UI Kawal Putusan MK soal MBG Ternyata Hoaks

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Video Aksi Ricuh yang Disebut Demo BEM UI Kawal Putusan MK soal MBG Ternyata Hoaks
Foto: Sumber foto: Arsip - Pengunjuk rasa dari koalisi MBG Watch memegang poster saat berunjuk rasa di depan Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Mereka menuntut Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah).

Pantau - Beredar unggahan di TikTok yang menampilkan video aparat TNI, Polri, dan mahasiswa beralmamater kuning yang disebut sebagai aksi ricuh BEM Universitas Indonesia (UI) saat mengawal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun klaim tersebut tidak benar.

Unggahan tersebut menarasikan bahwa BEM UI menggelar demonstrasi di depan Gedung MK untuk mengawal putusan terkait program MBG dan aksi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial tetapi tidak diberitakan televisi.

Dalam video yang beredar terlihat aparat keamanan dan mahasiswa saling berhadapan, terjadi aksi saling dorong, serta terdengar teriakan "buka, buka".

Video Lama Disebar dengan Konteks Keliru

Berdasarkan hasil penelusuran, video tersebut bukan merupakan dokumentasi aksi mahasiswa pada 30 Juli 2026 saat pembacaan putusan MK terkait MBG.

Video itu merupakan rekaman aksi demonstrasi mahasiswa yang terjadi pada Jumat, 12 Juni 2026 di kawasan Jalan MH Thamrin menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

Dalam aksi pada 12 Juni 2026 tersebut, BEM UI bersama lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar demonstrasi dengan menyampaikan lima tuntutan utama.

Lima tuntutan tersebut yaitu menghentikan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program MBG serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, menghentikan militerisme di ranah sipil, dan meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah.

Dalam aksi tersebut, aparat TNI dan Polri membentuk barikade untuk mencegah massa melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.

Situasi tersebut kemudian memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat.

Teriakan "buka, buka" yang terdengar dalam video merupakan bagian dari aksi demonstrasi pada Juni 2026, bukan aksi pada 30 Juli 2026.

Kondisi di Gedung MK Tidak Seperti Narasi Video

Pada 30 Juli 2026, Mahkamah Konstitusi memang membacakan putusan uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN Tahun Anggaran 2026 dalam perkara Nomor 40/PUU-XXIV/2026.

Dalam putusan tersebut, MK memerintahkan pemerintah dan DPR RI untuk mengeluarkan anggaran Program Makan Bergizi Gratis dari alokasi anggaran pendidikan paling lambat saat penyusunan APBN Tahun Anggaran 2028.

Polda Metro Jaya melalui akun Instagram resminya menyatakan video yang beredar dengan narasi aksi ricuh saat pembacaan putusan MK pada 30 Juli 2026 merupakan informasi yang menyesatkan.

Kepolisian menjelaskan bahwa video tersebut merupakan dokumentasi peristiwa lama pada Juni 2026 yang disebarkan kembali dengan konteks keliru seolah-olah terjadi saat putusan MK dibacakan.

Berdasarkan pantauan ANTARA di depan Gedung Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 30 Juli 2026, aparat kepolisian memang melakukan pengamanan menjelang aksi solidaritas terkait putusan uji materiil alokasi anggaran pendidikan untuk program MBG.

Namun kondisi di depan Gedung MK relatif sepi hingga siang hari dan tidak terlihat adanya aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat seperti yang ditampilkan dalam video.

Ketua BEM Fakultas Hukum UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo membenarkan bahwa mahasiswa UI mengikuti aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas bersama berbagai elemen mahasiswa dan koalisi masyarakat sipil.

Video yang menyebut aksi ricuh BEM UI saat mengawal putusan MK terkait MBG pada 30 Juli 2026 dinyatakan tidak benar dan termasuk disinformasi atau hoaks.

Penulis :
Arian Mesa