
Pantau - Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops) Komjen Polisi Mohammad Fadil Imran memastikan situasi keamanan di Indonesia saat ini dalam kondisi kondusif meski sejumlah mal dan pusat perbelanjaan memasang pagar tinggi.
Polri Minta Masyarakat Tidak Kaitkan Pagar dengan Gangguan Keamanan
Fadil menyampaikan berdasarkan data daily operating reporting system hingga saat ini tidak ditemukan kejadian menonjol yang berkaitan dengan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Sampai hari ini, berdasarkan data daily operating reporting system, itu tidak ada hal yang menonjol, tidak ada," kata Fadil.
Menurut Fadil, pemasangan pagar oleh pemilik properti merupakan tindakan yang wajar dan tidak perlu dikaitkan dengan isu gangguan keamanan.
Ia meminta masyarakat tidak mudah terpancing oleh narasi yang menyebut pemasangan pagar sebagai tanda akan terjadi ancaman kamtibmas.
"Saya kira orang pagari rumahnya kan biasa. Jangan kemudian dibangun narasi seolah-olah kalau bangun pagar akan terjadi sesuatu. Saya kira tidak seperti itu tafsir dan terjemahannya," ujar Fadil.
Fadil mengatakan kepolisian tidak melakukan langkah antisipasi khusus menjelang bulan Agustus karena kesiapsiagaan merupakan tugas rutin yang dilakukan setiap hari.
"Setiap hari kami jaga terus. Brimob siaga, Sabhara siaga. Jadi tidak ada (antisipasi khusus), biasa saja, semua kita siaga selalu," ungkapnya.
Pemprov DKI Jakarta dan Pemerintah Imbau Warga Cek Informasi
Sejumlah mal di Jakarta dilaporkan memasang pagar tinggi dalam beberapa hari terakhir sehingga mendapat perhatian publik.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut pemasangan pagar tersebut kemungkinan merupakan bentuk kekhawatiran dari pihak pengelola mal, tetapi meminta agar pagar tersebut nantinya dilepas kembali.
"Berkaitan dengan pemasangan pagar, saya juga mengamati. Mungkin bagian dari kekhawatiran, tetapi nanti pada saatnya pasti saya akan minta untuk pagar-pagar itu dilepas kembali," kata Pramono.
Pramono mengaitkan situasi tersebut dengan pengalaman aksi unjuk rasa dan kerusuhan yang terjadi pada Agustus 2025.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan koordinasi dengan TNI, Polri, dan pihak terkait untuk menjaga keamanan serta ketertiban di Jakarta.
"Mudah-mudahan Jakarta selalu aman, nyaman, dan membuat kegembiraan bagi siapa pun yang ada untuk menikmati Jakarta seperti hari ini kita semua menikmati Blok M," ujar Pramono.
Sementara itu, Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan terhadap informasi yang beredar, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan ketakutan.
"Kita jangan memperbesar berita-berita yang tidak baik. Berita-berita yang menebar ketakutan itu sebaiknya diklarifikasi juga. Nah teman-teman wartawan kan bisa cek sendiri. Bisa bikin cek fakta benar nggak 'fear monger' yang sedang beredar itu," kata Hasan.
Hasan menilai masyarakat perlu tetap optimistis karena kondisi negara saat ini dalam keadaan baik dan pemerintah terus menjalankan berbagai program.
Ia mencontohkan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lebih dari seratus pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia yang berlangsung melalui komunikasi dua arah.
"Tanya-jawab dengan presiden, masukan-masukan mereka sangat konstruktif, diterima dengan baik oleh presiden. Dan nggak ada alasan buat kita nggak maju," ujar Hasan.
- Penulis :
- Arian Mesa



