HOME  ⁄  Nasional

DPRD DKI Sepakati Usulan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dibahas di Banggar

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

DPRD DKI Sepakati Usulan Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dibahas di Banggar
Foto: Komisi C DPRD DKI Jakarta menyepakati usulan nilai obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

Pantau - Komisi C DPRD DKI Jakarta menyepakati usulan nilai obligasi daerah sebesar Rp3,5 triliun untuk dibahas lebih lanjut dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) sebagai bagian dari pembahasan pembiayaan sejumlah program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Nilai Obligasi Disepakati, Rincian Program Masih Dibahas

Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta Dimaz Raditya menegaskan kesepakatan yang dicapai baru mencakup besaran nilai obligasi, sedangkan rincian program yang akan dibiayai masih akan disesuaikan dalam pembahasan Banggar.

“Angkanya kita ketuk Rp3,5 triliun. Mengenai programnya, kita serahkan untuk disesuaikan dan dibahas dalam rapat Banggar,” ungkap Dimaz.

Ia menjelaskan komposisi program masih dapat berubah setelah Banggar menerima masukan dari seluruh komisi, sementara pencairan obligasi akan disesuaikan dengan lini masa pekerjaan, terutama pembangunan LRT Jakarta.

DPRD Minta Kajian dan Skema Pembayaran Dilengkapi

Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta August Hamonangan meminta pemerintah provinsi melengkapi dasar regulasi, kajian kelayakan proyek, pembentukan dana cadangan, serta skema pembayaran obligasi sebelum persetujuan diberikan.

“Kami harus benar-benar memiliki dasar untuk menentukan apakah obligasi daerah ini layak disetujui atau tidak,” ujarnya.

Menurut August, tenor obligasi selama tujuh tahun melampaui sisa masa jabatan gubernur sehingga berpotensi menjadi beban bagi pemerintahan berikutnya.

Ia juga menyebut Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu menyiapkan dana cadangan sekitar Rp500 miliar setiap tahun yang dapat mengurangi ruang fiskal APBD.

“Ini akan menjadi beban APBD berikutnya. Karena itu, kemampuan membayar dan pembentukan dana cadangan harus dihitung secara cermat,” tegas August.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati mengatakan dana obligasi akan diarahkan untuk sektor pendidikan, kesehatan, dan pelayanan masyarakat, termasuk pembangunan LRT Jakarta Fase 1C dari Manggarai menuju Dukuh Atas.

“Ini harus kita selesaikan dengan menyambungkan LRT Fase 1C dari Manggarai ke Dukuh Atas,” ungkap Eliawati.

Penulis :
Gerry Eka