HOME  ⁄  Nasional

Kementerian PU Lanjutkan Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena untuk Perkuat Konektivitas

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Kementerian PU Lanjutkan Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena untuk Perkuat Konektivitas
Foto: (Sumber :Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena. (ANTARA/HO - Kementerian PU).)

Pantau - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melanjutkan pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah pegunungan, memperkuat konektivitas, serta mendorong pemerataan pembangunan di Papua.

Pembangunan difokuskan pada Segmen Mamberamo–Elelim sepanjang 50,14 kilometer yang menghubungkan Provinsi Papua dengan Papua Pegunungan dan ditargetkan selesai pada November 2026.

Proyek Diharapkan Tekan Biaya Logistik

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengungkapkan, "Pengembangan jaringan jalan dan jembatan yang menghubungkan kota, pulau, hingga daerah tertinggal di seluruh Indonesia kami lakukan untuk membuka akses bagi investasi, mendukung kawasan industri, mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, dan memperkuat konektivitas."

Ruas Jayapura–Wamena Segmen Mamberamo–Elelim dibangun untuk memperlancar mobilitas masyarakat, menekan biaya logistik, serta menurunkan harga kebutuhan pokok di Papua Pegunungan.

Pembangunan jalan tersebut juga diharapkan mempermudah akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, pelayanan pemerintahan, dan mempercepat distribusi barang kebutuhan masyarakat.

Proyek ini dilaksanakan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) menggunakan mekanisme Availability Payment (AP) dan telah dimulai sejak Juli 2024.

Progres Konstruksi Capai Lebih dari 51 Persen

Hingga pertengahan Juli 2026, progres fisik pembangunan mencapai 51,59 persen yang meliputi pembukaan badan jalan, pembangunan perkerasan, drainase, jembatan, bangunan pelengkap, pekerjaan tanah, pengamanan lereng, perlengkapan jalan, hingga pembangunan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

Kementerian PU menyebut pembangunan ruas tersebut menghadapi tantangan berupa kawasan pegunungan dengan tebing curam, hutan lebat, curah hujan tinggi, potensi longsor, serta keterbatasan akses mobilisasi alat berat dan material.

Selain meningkatkan konektivitas, proyek Jalan Trans Papua juga melibatkan 116 tenaga kerja lokal atau sekitar 28 persen dari total pekerja sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Penulis :
Ahmad Yusuf