HOME  ⁄  Nasional

BNPB Terapkan Teknik Fire Breaking untuk Padamkan Karhutla di Perbukitan Pinrang

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Terapkan Teknik Fire Breaking untuk Padamkan Karhutla di Perbukitan Pinrang
Foto: (Sumber :Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjawab pertanyaan pewarta selepas siniar membahas sejumlah isu strategis terkait penanggulangan bencana di Kantor Antara Heritage Center, Jakarta, Selasa (10/2/2026). ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo.)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan perbukitan Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, dilakukan menggunakan teknik fire breaking atau pembuatan sekat bakar untuk mencegah meluasnya kobaran api.

Kebakaran terjadi pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 19.00 Wita di kawasan perbukitan dan ditangani secara terpadu oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pinrang bersama Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, serta warga setempat.

Teknik Sekat Bakar Cegah Api Meluas

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan teknik fire breaking diterapkan dengan membersihkan serta memotong jalur di sekeliling titik api sambil dilakukan penyiraman dari darat agar kobaran tidak merambat ke area perbukitan yang lebih luas.

"Karhutla melanda kawasan perbukitan di Desa Taddakong, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, itu Sabtu (1/8) malam, sekitar pukul 19.00 Wita," ungkap Abdul Muhari.

Menurut laporan petugas di lapangan, titik api diduga dipicu timbunan daun dan ranting kering di kawasan perbukitan berbatu yang terbakar akibat paparan panas matahari.

Lima Hektare Lahan Terdampak

BNPB memperkirakan kebakaran tersebut menghanguskan sekitar lima hektare vegetasi perbukitan.

"Tidak ada korban jiwa maupun pemukiman warga yang terdampak langsung akibat insiden kebakaran tersebut," kata Abdul Muhari.

BNPB memastikan upaya pemadaman dan pengendalian dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain selama musim kemarau.

Penulis :
Ahmad Yusuf