
Pantau - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah museum baru dengan memanfaatkan aset milik Danantara yang selama ini mangkrak sebagai bagian dari upaya memajukan kebudayaan nasional, termasuk pembangunan Museum Film di kawasan Kota Tua, Jakarta, dan proyek tersebut dipastikan mulai dikerjakan pada 2026.
Fadli menyampaikan rencana tersebut dalam bincang santai di Jakarta pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurut Fadli, aset Danantara yang akan dimanfaatkan merupakan gedung-gedung yang telah mangkrak selama sekitar 10 tahun.
Ia menjelaskan sebagian gedung yang akan dimanfaatkan bahkan telah berusia sekitar 100 tahun dan beberapa di antaranya telah berstatus sebagai cagar budaya.
"Pemerintah ingin menghadirkan Museum Film yang menampilkan sejarah perfilman Indonesia secara lengkap," ungkap Fadli.
Sejumlah Museum Baru Disiapkan
Pemerintah berencana membangun Museum Film di kawasan Kota Tua, Jakarta, dengan memanfaatkan gedung milik Danantara.
Selain Museum Film, pemerintah juga akan menghadirkan Museum Fotografi di kawasan Kota Lama Semarang.
Gedung bekas Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung, akan dimanfaatkan menjadi Museum Musik.
Pemerintah juga merencanakan pembangunan Museum Arsitektur di Surabaya.
Fadli menilai pemanfaatan aset-aset tersebut akan memberikan manfaat bagi pemajuan kebudayaan di berbagai bidang.
Museum Film Tampilkan Sejarah Perfilman Indonesia
Pemerintah menempatkan bidang perfilman sebagai salah satu fokus karena hingga kini Indonesia belum memiliki museum nasional yang secara khusus mengangkat sejarah perfilman.
Museum Film direncanakan menampilkan perjalanan perfilman Indonesia sejak masa Hindia Belanda.
Museum tersebut akan memuat sejarah film pertama Indonesia, "Loetoeng Kasaroeng", hingga perkembangan film-film terbaru.
Pengunjung juga akan memperoleh informasi mengenai jumlah produksi film Indonesia dari masa ke masa.
Museum akan menampilkan perjalanan perfilman mulai dari era film bisu, film hitam putih, hingga era perfilman modern.
Pemerintah berharap masyarakat dapat memahami dinamika, jatuh bangun, dan perkembangan industri film Indonesia melalui museum tersebut.
Museum Film juga diharapkan tidak hanya menjadi tempat penyimpanan sejarah, tetapi berfungsi sebagai sarana edukasi yang menarik bagi masyarakat serta memperkenalkan perjalanan perfilman Indonesia kepada generasi sekarang maupun mendatang.
Museum Musik Angkat Perjalanan Musik Nasional
Pemerintah berharap Museum Musik dapat menampilkan perjalanan sejarah musik Indonesia beserta transformasinya dari masa ke masa.
Menurut Fadli, kehadiran Museum Musik relevan karena musik Indonesia kini semakin digemari masyarakat di dalam negeri.
Fadli juga menyoroti perkembangan industri film Indonesia yang terus menunjukkan peningkatan.
Ia mengatakan pangsa pasar (market share) film Indonesia telah mencapai 67 persen sehingga film nasional kini semakin mendominasi pasar di dalam negeri.
- Penulis :
- Arian Mesa



