
Pantau - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, dengan memicu hujan di wilayah terdampak.
BNPB Integrasikan OMC dan Water Bombing
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan skenario OMC disiapkan bersamaan dengan penerjunan bantuan pemadaman dari udara atau aerial firefighting guna memperkuat penanganan kebakaran.
"Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan," ungkapnya.
Menurut Suharyanto, integrasi pemadaman dari udara tersebut dirancang untuk membantu tim gabungan di darat yang selama ini terkendala medan berupa tebing-tebing terjal di lereng Kaldera Bromo.
Penanganan darurat dilakukan berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 yang berlaku selama 180 hari sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla melalui Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 yang berlaku hingga 5 Oktober 2026.
Status Darurat Perkuat Penanganan Kebakaran
Suharyanto menjelaskan penetapan status siaga darurat memberikan kemudahan bagi pemerintah pusat dalam menyalurkan dukungan, termasuk armada helikopter dan teknologi modifikasi cuaca.
Penggunaan OMC dan helikopter water bombing diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang terisolasi sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan konservasi lainnya.
BNPB juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau serta mematuhi penutupan sementara kawasan wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mendukung kelancaran operasi pemadaman oleh tim gabungan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



