
Pantau - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyatakan siap memfasilitasi proses identifikasi kerangka jenazah korban Perang Dunia (PD) II yang ditemukan di sejumlah wilayah Papua sebagai bagian dari kerja sama kemanusiaan antara Indonesia dan Jepang.
Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Jayapura, pada Senin (3/8), saat Pemprov Papua menerima kunjungan Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan dan Ketua Tim Pengumpulan Kerangka Jenazah Pemerintah Jepang.
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L Christian Sohilait, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kelanjutan kerja sama tersebut karena menjadi wujud hubungan kemanusiaan dan persahabatan yang telah lama terjalin antara Indonesia dan Jepang.
Ia mengungkapkan, "Oleh sebab itu kami mendukung penuh pelaksanaan kegiatan ini dan siap memfasilitasi koordinasi dengan pemerintah kabupaten maupun masyarakat setempat agar proses ekskavasi dan pengambilan sampel dapat berjalan dengan baik."
Dukungan Pemprov Papua untuk Proses Identifikasi
Pemprov Papua memastikan seluruh tahapan kegiatan berjalan lancar, mulai dari survei lokasi, ekskavasi, hingga pengambilan sampel untuk keperluan identifikasi ilmiah.
L Christian Sohilait mengatakan, "Selain memiliki nilai kemanusiaan, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Papua melalui pengembangan situs memorial perdamaian yang memiliki nilai sejarah, edukasi, dan pariwisata."
Pemerintah Provinsi Papua berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi kemanusiaan, tetapi juga mendukung pembangunan daerah melalui pelestarian sejarah dan pengembangan destinasi memorial.
Analisis DNA Dilakukan di Universitas Airlangga
Direktur Diplomasi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Raden Usman Effendi, mengatakan sejak 2024 tim gabungan Indonesia dan Jepang telah melaksanakan survei, ekskavasi, dan pengambilan sampel terhadap 59 kerangka jenazah yang ditemukan di Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Supiori, dan Kabupaten Sarmi.
Ia mengatakan, "Seluruh sampel tersebut akan menjalani proses identifikasi melalui analisis DNA di Universitas Airlangga sebelum dilakukan pemulangan kepada Pemerintah Jepang."
Setelah proses identifikasi ilmiah melalui analisis DNA selesai dilakukan, kerangka jenazah tersebut akan dipulangkan kepada Pemerintah Jepang.
Raden Usman Effendi menjelaskan keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah daerah di lokasi kegiatan, serta masyarakat setempat yang membantu setiap tahapan pelaksanaan.
Ia mengatakan, "Kami berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga proses identifikasi dan pemulangan kerangka jenazah dapat dilakukan sesuai prosedur ilmiah dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan."
Kerja sama Indonesia dan Jepang tersebut merupakan bagian dari upaya kemanusiaan untuk memberikan kepastian identitas kepada korban Perang Dunia II sekaligus memperkuat hubungan persahabatan antara kedua negara.
- Penulis :
- Leon Weldrick



