HOME  ⁄  Nasional

BSSN Mencatat 5,16 Miliar Anomali Trafik Internet pada 2025, Perbankan Diminta Perkuat Keamanan Siber

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BSSN Mencatat 5,16 Miliar Anomali Trafik Internet pada 2025, Perbankan Diminta Perkuat Keamanan Siber
Foto: Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas saat acara BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis 6/8/2026 (sumber: ANTARA/I.C. Senjaya)

Pantau - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) mencatat rata-rata 182 potensi serangan siber per detik terhadap berbagai entitas melalui jaringan internet di Indonesia berdasarkan hasil analisis terhadap sekitar 5,16 miliar anomali trafik data internet sepanjang tahun 2025 yang dipaparkan dalam BPD Summit 2026 di Semarang, Kamis (6/8/2026).

Berdasarkan paparan Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN, Slamet Aji Pamungkas, data tersebut merupakan hasil analisis terhadap anomali trafik internet selama tahun 2025.

Ia menjelaskan bahwa anomali trafik internet belum tentu merupakan serangan siber.

Namun, anomali tersebut memiliki potensi untuk berkembang menjadi serangan siber apabila tidak diantisipasi dengan baik.

BSSN Soroti Pentingnya Perlindungan Sektor Keuangan

BSSN menilai sektor keuangan merupakan sektor yang sangat penting sehingga membutuhkan sistem keamanan siber yang kuat.

Karena itu, BSSN menekankan agar Bank Pembangunan Daerah (BPD) memiliki sistem keamanan siber yang memadai untuk menghadapi berbagai potensi ancaman.

Slamet Aji Pamungkas mengungkapkan, "Keamanan siber harus dipandang sebagai investasi. Saat ini masih banyak anggapan keamanan siber sebagai pemborosan,"

BSSN Ingatkan Jangan Berhemat untuk Keamanan Siber

BSSN mengingatkan agar industri perbankan tidak menghemat anggaran untuk investasi di bidang keamanan siber.

Slamet Aji Pamungkas mengatakan, "Kita akan membayar lebih, kalau sudah kena serangan,"

BSSN juga mendorong agar penguatan keamanan siber dirancang dan diterapkan sejak awal, bukan dilakukan setelah terjadi insiden.

Lembaga tersebut mengingatkan agar kesadaran terhadap pentingnya keamanan siber tidak baru muncul setelah terjadi serangan.

Slamet Aji Pamungkas menegaskan, “Jangan muncul kepedulian setelah terjadi serangan,”

Penulis :
Leon Weldrick