HOME  ⁄  Nasional

Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Pendidikan, Ekonomi Umat, dan Kerukunan Bangsa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ma'ruf Amin Dorong NU Perkuat Pendidikan, Ekonomi Umat, dan Kerukunan Bangsa
Foto: Tangkapan layar - Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin pada "Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU di" Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu 8/8/2026 (sumber: Youtube Tebuireng Official)

Pantau - Wakil Presiden Ke-13 RI Ma'ruf Amin mendorong Nahdlatul Ulama (NU) memperkuat umat sekaligus berkontribusi dalam memakmurkan negara melalui pengembangan pendidikan, kemandirian ekonomi, dan penguatan kerukunan bangsa.

Pernyataan tersebut disampaikan Ma'ruf dalam Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Ma'ruf menegaskan NU bukan sekadar wadah bagi masyarakat untuk berkumpul, melainkan organisasi yang memiliki tanggung jawab memperjuangkan keadilan, menjaga keamanan, melakukan perbaikan, dan membawa kebaikan bagi masyarakat.

"Jadi, NU itu adalah organisasi yang memperjuangkan keadilan, menebarkan keamanan, wa islahin dan melakukan berbagai perbaikan, wa ihsanin dan membawa kebaikan-kebaikannya," kata Ma'ruf.

Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi Umat

Dalam upaya penguatan umat atau taqwiyatul ummah, Ma'ruf menekankan dua hal penting, yakni menjaga masyarakat dari pemahaman keagamaan yang menyimpang dan meningkatkan pemberdayaan umat secara nyata.

Pada bidang pendidikan, Ma'ruf mendorong penerapan konsep majma'ul bahrain atau pertemuan dua lautan yang memadukan pendidikan keagamaan yang kuat dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Ma'ruf, pendidikan perlu melahirkan orang-orang yang mampu menjaga umat agar tetap berada dalam pemahaman keagamaan yang benar sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang mampu membangun kehidupan melalui penguasaan sains dan teknologi.

"Pendidikan yang harus kita bangun sekarang itu ada dua, yaitu menyiapkan orang-orang fakir, orang ulama untuk menjaga. Tadi, himayatul umat. Supaya tetap di dalam paham yang benar, dan kemudian, yang akan membangun bumi. Ya, yang mengawasi sains dan teknologi," ujar Ma'ruf.

Selain pendidikan, Ma'ruf menilai kemandirian ekonomi harus menjadi bagian penting dari upaya memakmurkan negara.

Ia mengingatkan gerakan ekonomi di lingkungan warga NU memiliki akar sejarah panjang karena sebelum NU berdiri, para ulama telah merintis Nahdlatul Tujjar sebagai gerakan yang berkaitan dengan penguatan ekonomi dan perdagangan.

Empat Bingkai Menjaga Kerukunan Bangsa

Dalam dimensi kebangsaan, Ma'ruf menekankan pentingnya menjaga tanah air atau hifzhul wathon serta memelihara kerukunan masyarakat.

Menurutnya, kerukunan perlu dijaga melalui empat bingkai utama, yakni politis, yuridis, sosiologis, dan teologis.

Bingkai politis diwujudkan melalui komitmen seluruh elemen bangsa terhadap konsensus nasional yang telah disepakati.

Adapun bingkai yuridis dilakukan dengan memastikan aturan dan kebijakan yang berlaku tidak bersifat diskriminatif terhadap kelompok tertentu.

Sementara itu, bingkai sosiologis dilakukan dengan mengoptimalkan kearifan lokal sebagai salah satu sarana untuk menyelesaikan konflik yang muncul di tengah masyarakat.

Pada bingkai teologis, Ma'ruf menekankan pentingnya membangun dan mengedepankan narasi kerukunan dalam hubungan antarumat beragama, bukan narasi yang memicu pertentangan.

"Kita di perintah takwa, semua agama bertakwa, tetapi bagaimana menggunakan narasi kerukunan. Bukan narasi konflik," ujar dia.

Ma'ruf Dorong Kepemimpinan NU Berlandaskan Fikrah Nahdliyyah

Ma'ruf juga mendorong NU meningkatkan kualitas kepemimpinan melalui al-ishlah, yakni upaya mendamaikan kelompok-kelompok yang sedang berkonflik sekaligus memperbaiki arah organisasi.

Menurut Ma'ruf, perbaikan tersebut diperlukan agar perjalanan organisasi tetap berlandaskan Fikrah Nahdliyyah yang memiliki karakter moderat dan dinamis.

Ia turut menekankan warga Nahdliyin harus memahami alasan dan landasan mereka dalam berorganisasi sehingga tidak sekadar mengikuti arus tanpa mengetahui dasar pemikiran dan tujuan organisasi.

"Ke depan ini kita harus membangun ber-NU ala bashirah itu kata Syekh Nawawi al-Bantani, ala hujjatin wadihatin ghairi amya. Atas dasar alasan yang kuat. Kenapa dia ber-NU? Alasannya kuat. Landasannya kuat," kata Ma'ruf.

Secara keseluruhan, Ma'ruf mengarahkan penguatan NU pada tiga bidang yang saling berkaitan, yakni membangun pendidikan yang mengintegrasikan agama dengan sains dan teknologi, memperkuat kemandirian ekonomi umat, serta menjaga persatuan dan kerukunan bangsa melalui kepemimpinan dan kehidupan berorganisasi yang memiliki landasan kuat.

Penulis :
Arian Mesa