
Pantau - Bandar Udara Internasional Catania di Sisilia, Italia, ditutup sementara untuk penerbangan masuk dan keluar setelah erupsi Gunung Etna menyemburkan abu vulkanik ke atmosfer pada Sabtu (8/8/2026).
Operator Bandara Catania, SAC, menyatakan penutupan dilakukan karena sebaran awan abu vulkanik bergerak ke arah barat daya dan memengaruhi wilayah udara di sekitar bandara.
“Akibat aktivitas erupsi Etna dan pelepasan abu vulkanik ke atmosfer yang menyertai letusan itu, diputuskan untuk memperpanjang penutupan wilayah udara yang terdampak oleh sebaran awan abu ke arah barat daya (Sektor C1),” demikian pernyataan otoritas bandara.
“Kondisi angin menyebabkan pembatasan penerbangan masuk dan keluar di Bandara Catania saat ini tetap berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut,” tambah otoritas bandara.
Aktivitas Etna Ganggu Penerbangan
Sebelumnya, operator bandara telah menangguhkan penerbangan masuk hingga pukul 12.00 waktu setempat atau pukul 17.00 WIB, sedangkan penerbangan keluar untuk pesawat yang telah berada di bandara masih dapat berlangsung normal.
Bandara Catania juga sempat menghentikan operasional beberapa kali pada Jumat (7/8/2026) akibat aktivitas vulkanik Gunung Etna.
Institut Nasional Geofisika dan Vulkanologi Italia melaporkan aktivitas Gunung Etna masih berlangsung dengan lava memancar dari kawah Voragine dan membentuk aliran lava.
Aktivitas eksplosif yang meningkat juga menghasilkan awan vulkanik yang bergerak ke arah selatan.
Abu Vulkanik Sempat Membubung 1,5 Kilometer
Pada awal Juli 2026, abu vulkanik juga keluar dari salah satu dari empat kawah Gunung Etna dengan intensitas yang meningkat dalam waktu sekitar satu jam.
Aktivitas tersebut menghasilkan awan abu setinggi sekitar 1,5 kilometer di atas puncak Gunung Etna.
Bandara Catania yang merupakan bandara terdekat dari Gunung Etna ketika itu baru kembali melayani penerbangan dua hari setelah gangguan akibat aktivitas vulkanik.
- Penulis :
- Gerry Eka



