
Pantau - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong Festival Budaya Lembah Baliem (FBLB) terus diselenggarakan untuk mempertahankan nilai budaya dan adat istiadat masyarakat asli Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati mengatakan FBLB menjadi wadah bagi pemerintah daerah untuk menjaga budaya masyarakat Lembah Baliem di tengah perkembangan zaman modern.
“Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya terus mempertahankan FBLB karena melalui penyelenggaraan ini nilai-nilai budaya dan adat istiadat masyarakat di daerah tersebut dijaga dan dilestarikan keberadaannya dan masyarakat luar dapat mengenal dan mengetahui kekayaan yang ada ada di Indonesia khususnya Papua,” katanya dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu (9/8/2026).
FBLB Masuk 10 Besar KEN 2026
Ni Luh mengatakan konsistensi Pemkab Jayawijaya mempertahankan FBLB hingga penyelenggaraan ke-34 membuat festival tersebut masuk 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
“Ini merupakan prestasi dan capaian luar biasa bagi Pemkab Jayawijaya yang telah menjaga eksistensi penyelenggaraan FBLB yang telah berlangsung selama 34 kali yang digelar setiap tahunnya,” ujarnya.
Kemenpar berharap FBLB tidak hanya bertahan selama puluhan tahun, tetapi terus diselenggarakan hingga ratusan tahun mendatang sebagai bagian dari pelestarian budaya Lembah Baliem.
“Kami ingin festival ini terus berjalan tidak hanya puluhan tahun tetapi seratus tahun ke depan kegiatan FBLB ini masih terus terlaksana dan dapat diwariskan kepada anak cucu kita,” katanya.
Kemenpar Soroti Dampak Ekonomi Festival
Kemenpar menyatakan siap berkolaborasi dan mendukung festival yang diselenggarakan pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Papua Pegunungan.
Ni Luh menilai sektor pariwisata tidak hanya berkembang melalui kekayaan alam dan budaya, tetapi juga melalui berbagai atraksi yang ditampilkan kepada wisatawan.
“Kami meyakini pariwisata tidak hanya tumbuh dari kekayaan alam dan budaya yang dimiliki tetapi dari atraksi-atraksi yang ditampilkan kepada wisatawan. Kegiatan festival seperti ini dapat memberikan pergerakan ekonomi yang luar biasa baik kepada masyarakat umum, pemerintah tetapi juga kepada pelaku seni budaya sampai dengan UMKM yang dapat merasakan pergerakan ekonominya,” ujarnya.
FBLB menjadi salah satu agenda budaya yang menampilkan kekayaan adat dan tradisi masyarakat asli Lembah Baliem sekaligus menjadi sarana promosi pariwisata Papua Pegunungan.
- Penulis :
- Gerry Eka



