HOME  ⁄  Nasional

Pemprov DKI Memberlakukan Tarif Transportasi Rp1 pada HUT ke-81 RI

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemprov DKI Memberlakukan Tarif Transportasi Rp1 pada HUT ke-81 RI
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan keterangan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

antau - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk seluruh transportasi yang dikelolanya pada 17 Agustus 2026 sebagai bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kebijakan tersebut menjadi kado bagi masyarakat ibu kota pada momentum Hari Kemerdekaan.

"Semua transportasi pada tanggal 17 Agustus, yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta, bayarnya hanya Rp1 rupiah saja," kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8/2026).

Kebijakan tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan layanan transportasi publik yang dikelola Pemprov DKI Jakarta dengan tarif khusus selama 17 Agustus 2026.

Tarif Rp1 Jadi Kado Hari Kemerdekaan

Pemberlakuan tarif Rp1 menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta memeriahkan peringatan HUT ke-81 RI sekaligus memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam menggunakan transportasi publik.

"Saya memutuskan untuk memberikan kado semua transportasi pada tanggal 17 Agustus yang dikelola oleh Pemerintah DKI Jakarta," ujar Pramono.

Kebijakan itu juga memberikan kesempatan kepada warga Jakarta untuk menggunakan angkutan umum dalam menjalankan berbagai aktivitas pada Hari Kemerdekaan.

Pemprov DKI Tingkatkan Layanan Publik

Pramono sebelumnya menyampaikan harapannya agar masyarakat Jakarta dapat hidup dengan nyaman, mudah, dan bahagia.

"Saya mengharapkan warga Jakarta hidup nyaman, mudah, dan bahagia," kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada 27 Juni 2026.

Pemprov DKI Jakarta juga terus meningkatkan layanan transportasi umum, memprioritaskan penyelesaian persoalan sampah dan banjir, serta mempercepat pembangunan infrastruktur terintegrasi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan peringatan 500 tahun Jakarta pada 2027 juga menjadi momentum untuk mempersiapkan ibu kota menghadapi berbagai tantangan global.

"Jakarta harus siap menyambut perubahan global. Namun, yang paling penting bukan hanya membangun gedung-gedung tinggi, melainkan meningkatkan kesejahteraan manusianya. Karena itu, pembangunan yang telah dimulai akan terus kami lanjutkan agar masyarakat semakin merasakan manfaatnya," pungkas Rano.

Penulis :
Gerry Eka