
Pantau - Harga kedelai impor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, turun dari Rp10.800 menjadi Rp10.400 per kilogram pada pekan ini meski nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berada pada level tinggi.
Manajer Primer Koperasi Tahu-Tempe Indonesia (Primkopti) Kabupaten Kudus Amar Ma'ruf mengatakan penurunan harga terjadi setelah kedelai impor sempat dijual Rp10.800 per kilogram pada Juli 2026.
"Biasanya terjadi sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Akan tetapi, sejak Juli 2026 harga jual kedelai impor mencapai Rp10.800/kg, saat ini justru turun terus hingga menjadi Rp10.400/kg," kata Amar di Kudus, Minggu (9/8/2026).
Menurut Amar, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sebelumnya sempat mencapai Rp18.000 dan kini berada di kisaran Rp17.801.
Stok Kedelai Impor Capai 70 Ton
Amar mengatakan stok kedelai impor di gudang saat ini melimpah dengan jumlah mencapai sekitar 70 ton dan masih dapat ditambah sesuai permintaan pengusaha tahu dan tempe di Kudus.
Harga kedelai impor selama ini kerap berfluktuasi mengikuti perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Meski demikian, pengusaha tahu dan tempe di Kudus masih mempertahankan harga jual produknya seperti sebelumnya.
Para pelaku usaha belum menaikkan harga tahu maupun tempe karena produsen lain juga masih mempertahankan harga lama.
Kedelai lokal juga mulai tersedia setelah memasuki masa panen di wilayah Kayen, Kabupaten Pati, dan dapat menjadi alternatif bagi pengusaha tahu dan tempe.
"Hanya saja, saya belum memutuskan untuk menambah stok karena kedelai impor masih tersedia melimpah. Kecuali ada permintaan dan kualitas barangnya juga sesuai," ujar Amar.
Dinas Perdagangan Pantau Fluktuasi Harga
Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sonhaji mengakui harga kedelai impor selama ini sering mengalami fluktuasi.
Menurut Sonhaji, ketersediaan stok kedelai di Kudus sejauh ini masih mencukupi kebutuhan.
Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus juga terus memantau pergerakan harga kedelai bersama sejumlah komoditas pokok lainnya untuk memastikan harganya tetap terjangkau oleh masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka



