
Pantau - Sebanyak 106 penumpang KMP Putri Yasmin yang terbakar di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (12/8/2026) dini hari, berhasil dievakuasi dengan selamat ke Pelabuhan Lembar di Lombok dan Pelabuhan Padangbai di Bali.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan proses evakuasi melibatkan kapal SAR, TNI AL, dan KMP Port Link yang melayani rute Pelabuhan Lembar-Padangbai.
"Kami telah mengerahkan KN 220 Mataram, Rigid Inflatable Boat (RIB), dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta berkoordinasi dengan kapal-kapal yang berada di sekitaran lokasi kejadian," ujarnya.
106 Penumpang Dievakuasi ke Lombok dan Bali
Sebanyak 30 penumpang dievakuasi menggunakan KMP Port Link menuju Pelabuhan Padangbai di Bali.
Sebanyak 59 orang lainnya dibawa menggunakan KN SAR Arjuna 220 menuju Pelabuhan Lembar, sedangkan 17 orang dievakuasi menggunakan kapal milik TNI AL menuju pelabuhan yang sama.
"Para penumpang yang selamat ada dievakuasi ke Pelabuhan Padangbai dan Pelabuhan Lembar," terangnya.
Kantor SAR Mataram juga berkolaborasi dengan Kantor SAR Denpasar yang mengerahkan kapal utama KN SAR Arjuna dalam operasi tersebut.
Pencarian dan pemantauan tidak hanya dilakukan melalui jalur laut, tetapi juga dari udara menggunakan helikopter SGi Air Bali.
"Ya, kami masih fokus melakukan evakuasi sementara," ujarnya.
Operasi tersebut turut melibatkan TNI AL melalui KAL Lembar, Polres Lombok Barat, Polairud, Syahbandar Pelabuhan Lembar, KMP PortLink II, kapal yacht yang melintas, serta nelayan setempat.
Kapal Terbakar saat Berlayar Menuju Lembar
Kebakaran KMP Putri Yasmin dilaporkan terjadi sekitar pukul 04.15 WITA ketika kapal sedang berlayar dari Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar.
Kantor SAR Mataram menerima laporan darurat pada pukul 04.39 WITA dan kemudian mengerahkan personel serta sarana penyelamatan menuju lokasi kejadian.
Operasi SAR melibatkan Kantor SAR Mataram, Kantor SAR Denpasar, KMP PortLink II, KAL Lembar, TNI AL, Polres Lombok Barat, Polairud Lombok Barat, Syahbandar Pelabuhan Lembar, SGi Air Bali, masyarakat setempat, serta unsur terkait lainnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



