
Pantau - PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) dan TNI Angkatan Udara (AU) memperkuat sinergi untuk mendukung industri gula nasional sekaligus menciptakan efek berganda bagi perekonomian dan masyarakat.
Direktur Utama SGN Mahmudi mengatakan kolaborasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan produktivitas tebu dan mempercepat pencapaian swasembada gula nasional.
"Sinergisitas dengan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam mempercepat peningkatan produktivitas tebu sekaligus mendukung pencapaian swasembada gula nasional," kata Mahmudi dalam keterangannya di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (13/8/2026).
Penguatan sektor tebu juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperbesar kontribusi industri gula terhadap ketahanan pangan nasional.
SGN Dorong Kolaborasi Industri Gula dari Hulu hingga Hilir
Mahmudi menilai efek berganda atau multiplier effect dari ekosistem industri gula membutuhkan kolaborasi lintas sektor dari hulu hingga hilir.
Sinergi tersebut mencakup pengembangan lahan, peningkatan produktivitas, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
SGN memastikan siap mengambil peran dan terus berkontribusi dalam mendukung agenda pemerintah untuk mewujudkan swasembada gula serta memperkuat ketahanan pangan Indonesia.
"Kami optimistis melalui kolaborasi yang terarah dan berkelanjutan, potensi sektor tebu dapat semakin dioptimalkan," ujar Mahmudi.
TNI AU Nilai Ketahanan Pangan Bagian dari Ketahanan Nasional
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M Tonny Harjono optimistis sinergi bersama SGN dapat berdampak positif terhadap peningkatan produksi pangan, penguatan kemandirian nasional, dan kesejahteraan masyarakat.
"Ketahanan pangan merupakan bagian penting dari ketahanan nasional. Karena itu, sinergisitas dan kolaborasi antarlembaga maupun dengan sektor usaha perlu terus diperkuat," kata Tonny.
Kementerian Pertanian menargetkan produksi gula kristal sebanyak 3,04 juta hingga 3,044 juta ton pada 2026 untuk mendukung pencapaian swasembada.
Pada tahun sebelumnya, produksi gula tercatat mencapai 97,54 persen dari target sebesar 2,67 juta ton.
- Penulis :
- Aditya Yohan



