
Pantau - Pengamat mode Lisa Fitria menilai kebaya yang dikenakan Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 menjadi simbol diplomasi melalui budaya tradisional Indonesia.
Lisa mengatakan penggunaan kebaya oleh perempuan pemimpin dalam forum kenegaraan membawa pesan yang lebih luas dibandingkan sekadar pilihan busana.
"Ini menunjukkan bahwa kebaya sebenarnya sangat relevan untuk ruang-ruang profesional, politik, diplomasi maupun forum internasional. Jadi bagi saya sendiri penggunaan kebaya oleh perempuan, pemimpin memiliki pesan yang lebih besar daripada sekadar pilihan busana ya," kata Lisa kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Kebaya Dinilai Bisa Menjadi Soft Diplomacy Indonesia
Lisa yang merupakan salah seorang pendiri Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan kebaya dapat menjadi bentuk soft diplomacy Indonesia melalui pendekatan sosial dan budaya dalam forum kenegaraan.
Menurut dia, kebaya tidak hanya membawa identitas budaya ke ruang publik, tetapi juga menunjukkan bahwa busana tradisional tetap dapat digunakan ketika masyarakat ingin tampil modern.
"Justru kekuatan fesyen Indonesia ada pada kemampuan mengolah warisan budaya menjadi sesuatu yang contemporary dan juga relevan," ucap Lisa.
Puan dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 mengenakan kebaya brokat berwarna hijau zaitun yang terinspirasi dari kebaya Sunda dengan detail ribbon applique.
Penampilan Puan dilengkapi selendang berwarna hijau tua dan kain bernuansa senada.
Lisa menilai kebaya tersebut berhasil tampil sebagai busana kenegaraan yang formal, elegan, sekaligus modern.
Warna hijau zaitun dinilai memberikan kesan tenang dan sejuk, tetapi tetap memiliki karakter kuat serta memberikan nuansa lebih humanis dan dekat dengan alam dibandingkan warna formal seperti hitam atau putih.
Dalam konteks Indonesia, Lisa menyebut warna hijau juga dapat diinterpretasikan sebagai simbol kehidupan, pertumbuhan, harapan, dan keberlanjutan.
"Namun tentu makna tersebut lebih tepat dipahami sebagai interpretasi visual, bukan berarti kita dapat memastikan bahwa warna tersebut memang sengaja dipilih dengan pesan tersebut," kata dia.
Desain Kebaya Puan Dinilai Modern dan Tetap Beridentitas
Dari sisi desain, Lisa menilai kebaya yang dikenakan Puan memiliki detail tekstur dan ornamen yang cukup kaya tetapi tetap mempertahankan siluet bersih dan tidak berlebihan.
Menurut Lisa, kebaya yang dikenakan dalam forum kenegaraan perlu menjaga keseimbangan antara identitas budaya, ketentuan protokoler, dan estetika modern.
"Yang menarik bagi saya bagaimana kebaya tersebut tidak tampil sebagai kostum tradisional semata. Siluetnya dibuat lebih mutakhir dan sesuai dengan karakter perempuan modern," kata Lisa.
- Penulis :
- Aditya Yohan



