HOME  ⁄  Nasional

BNPB Minta Warga Tetap Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT Meski Peringatan Tsunami Dicabut

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BNPB Minta Warga Tetap Jauhi Pantai Pascagempa M7,7 di NTT Meski Peringatan Tsunami Dicabut
Foto: (Sumber :Warga melintas di depan gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gempa bumi berkekuatan 6,2 magnitudo dengan kedalaman 10 km di 46 kilometer timur laut Labuan Bajo itu terjadi pada pukul 06.13 WITA setelah sebelumnya gempa berkekuatan M 7,7 juga terjadi di timur laut Mbay Nagekeo, NTT. ANTARA FOTO/Gecio Viana/sth/nz (ANTARA FOTO/GECIO VIANA).)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta masyarakat tetap tenang dan menjauhi kawasan pantai setelah gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) subuh.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan imbauan tersebut tetap berlaku meski peringatan dini tsunami telah dicabut.

"Melalui media ini, kami meminta masyarakat tetap tenang. Meski peringatan tsunami sudah dicabut, kami menghimbau agar masyarakat tetap menjauhi pantai saat ini sebelum nanti ada peringatan lain dari BMKG," kata Berton dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu.

BNPB Ingatkan Bahaya Gempa Susulan

BNPB juga meminta masyarakat tidak memasuki gedung yang mengalami keretakan setelah gempa karena kondisi bangunan dapat membahayakan apabila terjadi gempa susulan.

"Karena ini berpotensi bahaya ketika ada gempa susulan," kata Berton.

BNPB mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat gempa M7,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, NTT.

Dua korban meninggal dunia tersebut tercatat berada di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka, sementara satu orang lainnya mengalami luka-luka.

"Berdasarkan laporan pendahuluan, peristiwa gempa bumi berdampak di wilayah Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, yaitu satu laki-laki dan satu perempuan, serta satu orang mengalami luka-luka," kata Berton.

BMKG Terus Pantau Aktivitas Gempa dan Muka Air Laut

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengakhiri peringatan dini tsunami pada Sabtu pukul 07.30 WIB.

BMKG tetap memonitor aktivitas gempa susulan serta kondisi tinggi muka air laut melalui stasiun pemantauan dan akan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada masyarakat.

"Kita sudah akhiri (peringatan dini tsunami) tapi tentunya kita akan terus memonitor aktivitas tinggi muka air laut yang akan tercatat di stasiun-stasiun kami," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

Penulis :
Ahmad Yusuf