
Pantau - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beijing menggelar "Gempita Merdeka Indonesia Fair 2026" di kompleks KBRI Beijing, Sabtu (15/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-81 Republik Indonesia sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada masyarakat China dan komunitas internasional.
Acara yang dimulai pukul 10.30 waktu setempat tersebut dihadiri ribuan pengunjung dari kalangan diplomat, pengusaha, mitra KBRI, hingga masyarakat umum meski Beijing sempat diguyur hujan dan petir pada pagi hari.
Sekitar pukul 11.00 waktu setempat, halaman KBRI Beijing yang menjadi lokasi acara sudah dipenuhi ratusan pengunjung.
Hingga sehari sebelum penyelenggaraan, sebanyak 5.800 orang telah mendaftarkan diri untuk menghadiri "Indonesia Fair 2026", mendekati jumlah kunjungan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 6.000 orang.
Bali dan Indonesia Timur Jadi Tema Utama
Duta Besar RI untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun mengatakan penyelenggaraan tahun ini secara khusus mengangkat Bali dan kawasan Indonesia Timur.
"Tema tahun ini adalah Bali dan Indonesia bagian Timur, dari mana saya berasal, jadi kami perkenalkan budaya dan berbagai hal dari Papua, Maluku, Bali, Lombok, Pulau Tanimbar dan lainnya, mari kita pergi ke Indonesia Timur," kata Djauhari.
"Indonesia Fair" merupakan program unggulan tahunan KBRI Beijing untuk memperingati HUT RI sekaligus mempromosikan budaya, pariwisata, fesyen, serta berbagai produk Indonesia.
Melalui acara tersebut, KBRI Beijing memberikan kesempatan kepada masyarakat China dan warga internasional untuk merasakan langsung suasana Indonesia melalui makanan, musik, produk, budaya, keramahan, dan persahabatan.
"Untuk satu hari hari ini kami ajak rekan-rekan untuk kami merasakan Indonesia, mendengar Indonesia, kami menari mengikuti irama Indonesia. Dan hari ini, kami mengundang sahabat-sahabat China dan sahabat-sahabat dari seluruh dunia untuk menikmati Indonesia bersama kami. Nikmati makanan, musik, produk, keramahan, dan persahabatan kami," ujar Djauhari.
Pertunjukan budaya menjadi salah satu bagian penting dalam pembukaan dengan penampilan kelompok tari Indonesia Yingde yang membawakan tarian asal Bali sesuai tema "Indonesia Fair 2026".
Kelompok tari Indonesia Yingde merupakan sanggar di Desa Yingde, Kecamatan Donghua, Provinsi Guangdong, yang didirikan Huang Huilan, seorang keturunan Tionghoa yang lahir di Takengon, Aceh, dan pindah ke China pada 1967.
Huang bersama teman-temannya yang juga lahir dan berasal dari Indonesia secara konsisten mempertahankan serta mengembangkan seni dan budaya Indonesia setelah pindah ke Desa Yingde.
Pelestarian budaya tersebut kemudian diteruskan hingga generasi kedua dan ketiga yang kini menjadi penari aktif di sanggar tersebut.
Perdagangan Indonesia-China Ditargetkan Tembus 200 Miliar Dolar AS
Dalam sambutannya, Djauhari juga menyoroti perkembangan hubungan ekonomi Indonesia dan China yang menurutnya terus meningkat dalam satu dekade terakhir.
Sejak 2015, perdagangan kedua negara disebut meningkat tiga kali lipat, sementara investasi China ke Indonesia tumbuh hingga 12 kali lipat.
Djauhari menyebut nilai perdagangan bilateral Indonesia-China pada tahun sebelumnya mencapai sekitar 167 miliar dolar AS.
"Sampai Juni tahun ini sudah lebih dari 100 miliar dolar AS, kami berharap hingga akhir tahun angka itu akan mencapai lebih dari 200 miliar dolar AS," kata Djauhari mengenai perkembangan perdagangan pada 2026.
QRIS Diperkenalkan sebagai Pembayaran Lintas Batas
Selain mempromosikan budaya dan produk Nusantara, "Indonesia Fair 2026" menjadi sarana sosialisasi sistem pembayaran Indonesia kepada pengunjung.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Beijing Yulian Wihantoro memperkenalkan Quick Response Code Indonesian Standard atau QRIS yang sudah dapat digunakan sebagai alat pembayaran di China.
Melalui kerja sama pembayaran lintas batas tersebut, masyarakat Indonesia dapat menggunakan QRIS untuk bertransaksi saat berada di China, sedangkan masyarakat China dapat menggunakan sistem pembayaran domestik mereka ketika berkunjung ke Indonesia.
Menurut Yulian, sistem tersebut memungkinkan masyarakat melakukan pembayaran lintas batas menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang sudah mereka kenal.
"Jadi, kepada sahabat-sahabat Tiongkok dan semua sahabat internasional kami, pesan saya sederhana, datang dan kunjungi Indonesia. Nikmati budaya, makanan, dan destinasi indah kami. Anda dapat mencoba QIRS secara langsung dan nyata di stan-stan kami hari ini," kata Yulian.
Kuliner Nusantara hingga Musik Indonesia Timur Ramaikan Acara
"Indonesia Fair 2026" menghadirkan sedikitnya 30 stan yang menyajikan beragam kuliner khas Indonesia, mulai dari rendang, soto, gorengan, sate, siomay, cireng, hingga bakso.
Pengunjung juga dapat menikmati minuman khas seperti cendol serta kopi dari berbagai wilayah Nusantara.
Beragam produk kerajinan tangan Indonesia turut dipasarkan kepada masyarakat Beijing, termasuk tas dan berbagai jenis batik.
Sejumlah merek Indonesia juga hadir, antara lain santan Kara, Kopi Kapal Api, Mie Gemez, Tango, serta Indomie dengan berbagai varian rasa, termasuk produk Indomie frozen.
Panggung hiburan menghadirkan Chesylino, Rizky Teng, dan Wulan Sari yang dikenal banyak menggunakan nuansa musik pop lokal dari kawasan Indonesia Timur.
Acara juga dimeriahkan Trio Obras yang terdiri atas Djauhari, Dharma, dan Irbayana Oratmangun.
Kelompok tari Papua Baday yang beranggotakan pelajar asal Papua Barat Daya di Jining Polytechnic, Provinsi Shandong, turut tampil membawakan kompilasi tarian dari berbagai daerah di Indonesia.
Daniel Pattinama, penyanyi berdarah Maluku yang mengawali karier melalui ajang pencarian bakat The Voice Indonesia dan dikenal membawakan lagu bergenre R&B, juga menjadi salah satu pengisi acara.
Pemain kibor Bung Karno turut terlibat dalam rangkaian pertunjukan musik tersebut.
Perayaan HUT Ke-81 RI Berlanjut dengan Upacara Bendera
Sebelum menggelar "Indonesia Fair", KBRI Beijing telah mengadakan family gathering pada 5 Agustus 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT Ke-81 RI.
Kegiatan tersebut diisi berbagai perlombaan khas perayaan 17 Agustus yang melibatkan diplomat, staf lokal KBRI beserta keluarga, pelajar Indonesia, dan WNI lainnya di Beijing.
Perlombaan yang digelar antara lain makan kerupuk, tarik tambang, lomba bakiak, memasukkan paku ke botol, serta kegiatan piknik bersama.
Rangkaian peringatan HUT Ke-81 RI di Beijing akan dilanjutkan dengan upacara bendera di KBRI Beijing pada 17 Agustus 2026 mulai pukul 08.00 waktu setempat.
- Penulis :
- Arian Mesa



