HOME  ⁄  Nasional

Kemenkes Menargetkan RSUD Terdampak Gempa NTT Kembali Layani Pasien dalam Sepekan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Kemenkes Menargetkan RSUD Terdampak Gempa NTT Kembali Layani Pasien dalam Sepekan
Foto: Pegawai dan wisatawan asing melihat gedung Hotel Jayakarta yang rusak akibat gempa di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Pantau - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memberikan layanan dasar dalam waktu sepekan dengan fokus pada operasi trauma, pelayanan ibu dan anak, serta hemodialisa.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Agus Jamaludin mengatakan RSUD Nagekeo yang mengalami kerusakan berat akan mendapat kiriman set RS Mobil, termasuk fasilitas ruang operasi.

RSUD Borong dan RSUD Komodo juga disiapkan menjadi rumah sakit rujukan bagi pasien dari Nagekeo.

Sejumlah Rumah Sakit dan Puskesmas Terdampak

Kemenkes mencatat dari 21 rumah sakit di delapan kabupaten dan kota di NTT terdapat enam rumah sakit rusak ringan dan tiga rusak berat.

Sebanyak 16 rumah sakit masih beroperasi penuh, empat beroperasi sebagian, sedangkan satu rumah sakit belum beroperasi.

Dari 190 puskesmas di NTT, sebanyak 122 masih beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi.

Kerusakan fasilitas puskesmas terdiri atas 11 unit rusak ringan, 37 rusak sedang, dan 20 rusak berat.

Agus mengatakan pemulihan puskesmas ditargetkan berlangsung paling lama dua pekan dengan memprioritaskan pelayanan kesehatan penting.

"Diharapkan dalam dua minggu seluruh puskesmas yang rusak sudah beroperasi minimal kembali, fokus ke layanan ibu hamil, melahirkan, dan imunisasi," katanya.

Kemenkes Siapkan Obat hingga Pos Kesehatan

Kemenkes tengah memfinalisasi struktur Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk mendukung respons kesehatan terhadap bencana gempa tersebut.

"Identifikasi detail masalah kesehatan, faskes, alkes, kebutuhan obat-obatan, akan diselesaikan tim HEOC besok agar bisa dipakai sebagai acuan tim relawan; datang ke mana, butuhnya apa, kontaknya siapa," kata Agus.

Kemenkes juga akan mengirim delapan paket obat-obatan dasar, lima paket emergency kit, 1.000 handscoon steril, 20 ribu handscoon nonsteril, serta 20 ribu masker bedah medis.

Bantuan lainnya meliputi 10 unit konsentrator oksigen dan dua tenda pos kesehatan.

"Delapan tenda disiagakan apabila dibutuhkan EMT tipe 1 fix," katanya.

Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 04.58 WIB dengan pusat gempa sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum BMKG mengakhirinya pada pukul 09.00 WITA setelah tidak terpantau adanya tsunami.

Penulis :
Gerry Eka