HOME  ⁄  Nasional

Unhas Aktifkan KKN Tanggap Bencana dan Siapkan Tujuh Mahasiswa Bantu Pemulihan Gempa NTT

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Unhas Aktifkan KKN Tanggap Bencana dan Siapkan Tujuh Mahasiswa Bantu Pemulihan Gempa NTT

Pantau - Universitas Hasanuddin (Unhas) mengaktifkan Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana dan menyiapkan tujuh mahasiswa untuk membantu penanganan serta pemulihan masyarakat terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Subdirektorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Unhas Sulaeha mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pusat Studi Kebencanaan Unhas setelah kabar bencana tersebut merebak.

Program KKN Tanggap Bencana merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, sekaligus ditujukan untuk memperkuat kapasitas dan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.

Tujuh Mahasiswa Disiapkan Terjun ke NTT

“Program ini bertujuan menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana, memperkuat kapasitas, serta ketangguhan masyarakat,” ujar Sulaeha di Makassar, Minggu (16/8/2026).

“Program ini sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat,” lanjut Sulaeha.

Pada tahap awal, Unhas menyiapkan tujuh mahasiswa dengan beragam keterampilan tanggap bencana untuk diberangkatkan ke wilayah terdampak.

Mahasiswa yang disiapkan memiliki kemampuan di bidang kesehatan, Search and Rescue (SAR), Korpala, serta penyelamatan darurat.

Jumlah awal tujuh mahasiswa ditetapkan karena waktu persiapan untuk pemberangkatan tim tergolong singkat.

“Ternyata peminat cukup besar. Hingga Minggu (16/8) pagi pendaftar telah mencapai 47 orang. Ada mahasiswa yang tidak memiliki pengalaman tanggap bencana, tapi ia berasal dari daerah bencana. Ini juga kami pertimbangkan,” kata Sulaeha.

Mahasiswa Dibekali Prosedur Keselamatan

Sebelum diterjunkan ke lokasi bencana, mahasiswa akan memperoleh pembekalan dari Pusat Studi Kebencanaan Unhas mengenai batas peran mahasiswa, prosedur keselamatan, pola koordinasi, dan kondisi yang berpotensi dihadapi selama bertugas.

Keterlibatan mahasiswa tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan akademik, tetapi juga bentuk solidaritas kemanusiaan dan komitmen Unhas dalam mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa.

Kepala Pusat Studi Kebencanaan Unhas Ilham Alimuddin menjelaskan bahwa selain mempersiapkan sumber daya mahasiswa untuk turun ke lapangan, kolaborasi dengan ekosistem penanganan kebencanaan di lokasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

Penulis :
Gerry Eka