HOME  ⁄  Nasional

Indonesia Didorong Membangun Kemerdekaan Biomedis agar Tak Sekadar Menjadi Pasar Teknologi Kesehatan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Indonesia Didorong Membangun Kemerdekaan Biomedis agar Tak Sekadar Menjadi Pasar Teknologi Kesehatan
Foto: (Sumber :Pekerja menjelaskan alat inkubator bayi kepada pengunjung saat Surabaya Hospital Expo di Grand City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026). Pameran yang menampilkan layanan kesehatan dari berbagai rumah sakit serta beragam alat kesehatan itu bertujuan memperkenalkan teknologi kesehatan terbaru untuk menunjang peningkatan kompetensi rumah sakit. ANTARA FOTO/Didik Suhartono/YU.)

Pantau - Indonesia didorong memperkuat kemerdekaan biomedis dengan menguasai ilmu pengetahuan, data kesehatan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), genomik, teknologi diagnostik, manufaktur obat, hingga nanoteknologi untuk meningkatkan kedaulatan kesehatan nasional.

Gagasan tersebut disampaikan dr. Dito Anurogo, M.Sc., Ph.D. dalam telaah yang diterbitkan bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Kemerdekaan biomedis dinilai semakin penting karena kedaulatan pada abad ke-21 tidak hanya berkaitan dengan penguasaan wilayah, tetapi juga kemampuan suatu negara menguasai teknologi yang menentukan kualitas dan keselamatan hidup masyarakat.

Kemandirian Tak Berarti Menutup Kolaborasi

Kemerdekaan biomedis tidak berarti Indonesia harus menghasilkan seluruh teknologi kesehatan secara mandiri karena perkembangan ilmu pengetahuan modern juga membutuhkan kolaborasi.

Indonesia dinilai perlu memiliki kemampuan memilih, mengembangkan, menguji, memproduksi, menggunakan, dan mengatur teknologi kesehatan dari posisi yang setara dengan negara lain.

Kemampuan tersebut mencakup kedaulatan data, penguasaan ilmu pengetahuan, ketangguhan industri, keterbukaan dalam kolaborasi, serta pemerataan manfaat teknologi.

"Kemerdekaan biomedis bukan proyek satu kementerian, satu universitas, satu rumah sakit, atau satu generasi. Ia adalah proyek peradaban," tulis Dito.

Penguatan kemampuan tersebut juga menjadi penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar teknologi kesehatan dunia, tetapi mampu berperan sebagai pencipta, pemilik, penguji, produsen, dan pihak yang menentukan arah pengembangannya.

AI Kesehatan Perlu Divalidasi untuk Populasi Indonesia

Kecerdasan buatan kini telah digunakan dalam berbagai bagian rantai biomedis, mulai dari membaca citra radiologi dan patologi, menemukan pola dalam data laboratorium, mempercepat pencarian kandidat obat, hingga mendukung keputusan klinis.

Dalam bidang penelitian, AI juga dapat menggabungkan beragam jenis data untuk menemukan pola yang sebelumnya sulit dikenali manusia.

Namun, penggunaan AI di sektor kesehatan menghadirkan persoalan terkait sumber data yang digunakan untuk melatih sistem, keamanan dan akurasi pada populasi pengguna, serta tanggung jawab ketika rekomendasi teknologi tersebut keliru.

Validasi lokal dinilai penting karena data dan model yang tidak cukup mewakili keragaman pasien serta kondisi pelayanan kesehatan Indonesia berpotensi menghasilkan bias ketika digunakan dalam praktik klinis.

Penguasaan teknologi biomedis pada akhirnya dinilai akan berpengaruh terhadap ketahanan kesehatan, perekonomian, diplomasi, serta kemampuan Indonesia menghadapi perkembangan teknologi dalam satu generasi mendatang.

Penulis :
Ahmad Yusuf