HOME  ⁄  Nasional

Jawa Timur Kerahkan Tim SAR dan Kirim Bantuan hingga 100 Ton untuk Korban Gempa NTT

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Jawa Timur Kerahkan Tim SAR dan Kirim Bantuan hingga 100 Ton untuk Korban Gempa NTT
Foto: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat mengecek bantuan logistik untuk masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) (sumber: Biro Adpim Pemprov Jatim)

Pantau - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, tenaga kesehatan, serta bantuan logistik untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada tahap awal, Pemprov Jatim mengirimkan bantuan logistik seberat 8,4 ton senilai Rp985.816.345 dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin, 17 Agustus 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bantuan tersebut merupakan bentuk panggilan kemanusiaan dan solidaritas Jawa Timur terhadap masyarakat NTT yang tertimpa bencana.

"Jawa Timur hadir untuk NTT. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, sudah menjadi panggilan kemanusiaan bagi kita untuk saling menguatkan dan membantu. Yang dibutuhkan sekarang adalah bagaimana kita bisa bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi agar bantuan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat terdampak," kata Khofifah.

Menurut Khofifah, dukungan tersebut juga menjadi bentuk solidaritas dan semangat gotong royong antardaerah dalam membantu penanganan bencana di NTT.

Khofifah turut menyampaikan duka cita dan belasungkawa kepada masyarakat NTT, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya akibat gempa.

"Atas nama pribadi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan seluruh masyarakat Jawa Timur, saya menyampaikan duka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas bencana gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur. Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, terutama keluarga yang kehilangan orang-orang tercinta," ungkap Khofifah.

Tim Pencarian dan Tenaga Kesehatan Dikerahkan

Sebagai langkah awal penanganan, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah memberangkatkan tujuh personel advance pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Sebanyak enam personel merupakan anggota Tim Reaksi Cepat (TRC)/Urban Search and Rescue (USAR) yang bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta unsur potensi pencarian dan pertolongan lainnya.

Tim tersebut ditugaskan membantu operasi pencarian dan pertolongan di wilayah terdampak gempa.

Satu personel lainnya berasal dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) untuk mendukung pengumpulan dan sinkronisasi data kebencanaan langsung dari lapangan.

Selain mengerahkan tim pencarian dan pertolongan, Pemprov Jatim mengirimkan tim kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya.

Tim kesehatan tersebut terdiri atas empat tenaga medis, termasuk dokter spesialis ortopedi, dokter spesialis anestesi, dan perawat.

Para tenaga medis turut membawa obat-obatan dan berbagai peralatan medis yang diperlukan untuk membantu penanganan masyarakat terdampak gempa.

Bantuan Logistik Ditargetkan Capai 100 Ton

Bantuan tahap awal yang disiapkan Pemprov Jatim mencapai 8,4 ton dengan nilai Rp985.816.345.

Bantuan tersebut mencakup perlengkapan anak, velbed, makanan siap saji, lauk pauk, makanan tambahan gizi, serta berbagai jenis biskuit.

Khofifah menjelaskan bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur yang dikonsolidasikan melalui BPBD bersama berbagai perangkat daerah (PD).

"Ini adalah bentuk gotong royong seluruh jajaran Pemprov Jawa Timur. Bantuan kita konsolidasikan dari BPBD bersama berbagai PD agar kebutuhan yang paling mendesak bagi saudara-saudara kita di NTT dapat segera dikirimkan," kata Khofifah.

Bantuan tahap awal diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pada Senin, 17 Agustus 2026 menggunakan KM Dharma Rucitra 8 dengan tujuan Pelabuhan Soekarno di Ende, NTT.

Setelah tiba di Ende, bantuan akan diserahterimakan kepada Posko Utama BPBD Provinsi NTT untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Pemprov Jawa Timur memperkirakan total bantuan yang akan diberangkatkan ke NTT mencapai sekitar 100 ton.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 8,4 ton diberangkatkan pada 17 Agustus 2026, sedangkan sisanya dijadwalkan berangkat pada 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo.

"Nantinya total bantuan dari Jawa Timur yang akan diberangkatkan diperkirakan sebanyak 100 ton. Yang diberangkatkan tanggal 17 Agustus 2026 sebanyak 8,4 ton, sisanya akan diberangkatkan tanggal 20 Agustus 2026 menuju Labuan Bajo," ungkap Khofifah.

Bantuan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lapangan

Khofifah menegaskan dukungan Jawa Timur tidak berhenti pada pengiriman tahap awal karena bantuan berikutnya akan disesuaikan dengan hasil asesmen dan kebutuhan masyarakat di lapangan.

Ia kembali menyampaikan solidaritas masyarakat Jawa Timur kepada warga NTT serta berharap wilayah terdampak dapat segera bangkit dan pulih setelah bencana.

"Sekali lagi, duka NTT adalah duka kita bersama. Dari Jawa Timur kami mengirimkan doa, kepedulian dan dukungan terbaik. Semoga saudara-saudara kita di NTT diberikan kekuatan dan ketabahan, dan semoga NTT dapat segera bangkit dan pulih dari bencana ini," kata Khofifah.

Penulis :
Arian Mesa