
Pantau - Anggota Dewan Komisaris PLN Prof. Ali Masykur Musa menilai kedaulatan energi menjadi bagian penting dalam memaknai kemerdekaan Indonesia karena listrik menopang pendidikan, kegiatan ekonomi, industri, layanan kesehatan, komunikasi hingga kehidupan masyarakat.
Menurut Ali, setelah 81 tahun merdeka, tantangan kedaulatan Indonesia tidak lagi hanya berkaitan dengan kemampuan mempertahankan wilayah, tetapi juga menyediakan pangan, menguasai teknologi, mengelola sumber daya alam, membangun industri, menyediakan energi, dan memastikan pemerataan pembangunan.
Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam telaah bertajuk “Nyalakan Kemerdekaan: Menjaga kedaulatan energi dan amanat keadilan” yang dipublikasikan pada Selasa (18/8/2026).
Listrik Dinilai Menjadi Infrastruktur Peradaban
Ali menilai hubungan antara kemerdekaan dan ketersediaan listrik sangat dekat karena energi memberikan dampak langsung terhadap berbagai aktivitas masyarakat.
Ketersediaan listrik memungkinkan anak-anak belajar pada malam hari, mendorong kegiatan ekonomi di desa, serta membuat mesin industri dapat beroperasi dan menciptakan lapangan pekerjaan.
Rumah sakit, sekolah, pusat data, transportasi, komunikasi hingga kegiatan ibadah modern juga membutuhkan pasokan energi untuk menjalankan aktivitasnya.
Atas dasar itu, listrik dipandang tidak sebatas komoditas, tetapi menjadi bagian dari infrastruktur peradaban yang mendukung kehidupan masyarakat dan pembangunan nasional.
PLN Hadapi Tantangan Energi Jangka Panjang
Ali mengatakan pengalamannya berada di lingkungan PLN menunjukkan bahwa persoalan kelistrikan tidak hanya bersifat teknis, tetapi berkaitan dengan persoalan kebangsaan yang lebih luas.
PLN memiliki tugas memastikan pasokan listrik tetap tersedia bagi masyarakat saat ini sekaligus mempersiapkan sumber energi Indonesia untuk jangka panjang.
Perencanaan tersebut mencakup kebutuhan untuk memikirkan sumber energi nasional dalam 20, 30, bahkan 50 tahun mendatang.
Ali juga menilai kemajuan suatu bangsa perlu dirasakan secara merata dan tidak hanya dinikmati masyarakat yang tinggal dekat dengan pusat kekuasaan maupun pusat kegiatan ekonomi.
- Penulis :
- Aditya Yohan



