
Pantau - Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri membongkar dugaan penyelundupan emas ilegal dengan modus mengubah emas menjadi serbuk dan gel untuk mengelabui pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta sebelum dibawa ke Dubai.
Kasus tersebut dikembangkan setelah penyidik menggerebek sebuah rumah dan toko emas White Classic Gold & Silver di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Senin (17/8/2026).
Penggerebekan dilakukan dalam pengembangan kasus dugaan penyelundupan emas ilegal ke Dubai yang melibatkan warga negara India.
Emas Diubah Menjadi Gel dan Disembunyikan dalam Pakaian Dalam
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni menjelaskan pelaku diduga melebur balok emas menjadi serbuk menggunakan sebuah alat.
Serbuk emas kemudian dicampur dengan zat kimia dan pewarna hingga berubah menjadi gel sebelum disembunyikan dalam pakaian dalam yang telah dimodifikasi.
Modus tersebut diduga digunakan agar emas tidak terdeteksi sebagai logam melalui mesin x-ray di bandara dan terasa seperti benda kenyal saat diraba.
"Dimasukkan ke dalam celana dalam pria dan beha wanita. Untuk menghindari pemeriksaan di Bandara Soekarno-Hatta," katanya.
Penyidik menyita sejumlah barang bukti dalam penggeledahan, antara lain satu batang emas seberat 1 kilogram, mesin jahit untuk memodifikasi pakaian dalam, zat kimia, alat penghancur emas, serta sejumlah buku rekening.
Polisi Gandeng Imigrasi, Bea Cukai, dan PPATK
Berdasarkan keterangan masyarakat sekitar yang diterima penyidik, sindikat tersebut disebut telah beroperasi selama delapan bulan.
Toko emas White Classic diduga kuat dimiliki warga negara India yang terlibat dalam transaksi emas ilegal.
"Kami bekerja sama dengan Imigrasi tentunya nantinya dengan rekan-rekan di Bandara Soekarno-Hatta, Bea Cukai, kemudian dengan PPATK juga untuk menelusuri semua aliran transaksi keuangan ini," ucap Irhamni.
Dittipidter Bareskrim Polri sebelumnya telah mengamankan dua warga negara India dalam kasus dugaan penyelundupan emas ilegal ke Dubai.
Sindikat terduga pelaku disebut mampu menghasilkan sekitar 30 kilogram emas per hari untuk selanjutnya diselundupkan ke Dubai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



