
Pantau - Pengamat politik dan hukum senior Boni Hargens menilai langkah cepat Polri menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) mencerminkan semangat Astacita yang menempatkan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.
"Ini merupakan anima dasar pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang menempatkan kesejahteraan dan keselamatan rakyat sebagai inti dari setiap kebijakan negara," tutur Boni dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.
Menurut Boni, respons cepat dan kehadiran langsung Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di lokasi bencana tidak hanya memberikan dampak bagi korban, tetapi juga memiliki arti secara institusional.
Boni Soroti Konsistensi Respons Polri
Boni mengatakan Kapolri bersama jajarannya selama ini hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, termasuk ketika banjir bandang melanda Sumatera.
"Hal ini menegaskan komitmen kemanusiaan Polri bukan bersifat insidental, melainkan kelembagaan dan sistemik," ungkapnya.
Ia juga menyoroti sinergi Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah dalam menangani dampak gempa NTT.
Menurut dia, koordinasi antarlembaga tersebut dapat menjadi model penanganan kebencanaan nasional untuk menghadapi kondisi darurat pada masa mendatang.
"Kehadiran nyata di lapangan bencana membangun kepercayaan publik yang otentik dan berkelanjutan," kata Boni.
Polri Kerahkan 236 Personel dan 247,66 Ton Logistik
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebelumnya meninjau langsung lokasi terdampak gempa dan pengungsian di Kabupaten Manggarai serta Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Selasa, 18 Agustus 2026.
Polri memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana tersebut.
Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, Polri bersama unsur terkait memperkuat operasi pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, tanggap darurat, pelayanan kesehatan, serta penyaluran kebutuhan dasar dan bantuan logistik.
Kepolisian telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT untuk memperkuat penanganan dampak bencana.
Polri juga mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri bersama lima polda jajaran.
Pelayanan kesehatan turut disiapkan bagi warga yang membutuhkan pengobatan dan penanganan medis lanjutan, termasuk ibu hamil yang mendekati proses persalinan.
- Penulis :
- Aditya Yohan



