
Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersama pemerintah Australia menginisiasi penyusunan kurikulum regional mengenai perlindungan ruang publik sebagai upaya memperkuat keamanan dan ketahanan negara-negara ASEAN dalam menghadapi ancaman terorisme.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari kerja sama Indonesia-Australia dalam merespons perkembangan ancaman terorisme, khususnya terhadap ruang publik yang ramai, target rentan, dan infrastruktur kritis.
Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Dionisius Elvan Swasono mengatakan perkembangan modus operandi terorisme membuat penguatan kerja sama regional semakin diperlukan.
"Panduan ini diharapkan menjadi referensi strategis bagi negara-negara ASEAN dalam memperkuat keamanan bersama," kata Dionisius.
Tindak Lanjut Lokakarya ASEAN-Australia di Bali
Penyusunan kurikulum pelatihan dan perangkat perlindungan tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang diselenggarakan di Bali pada 28–29 Juli 2026.
Pertemuan tersebut bertajuk ASEAN–Australia Counter-Terrorism Practical Exchange on Good Practice Approaches to Protect Crowded Spaces, Vulnerable Targets, and Critical Infrastructure Workshop atau Lokakarya Pertukaran Praktis Kontraterorisme ASEAN–Australia mengenai Pendekatan Praktik Baik untuk Melindungi Ruang Publik yang Ramai, Target Rentan, dan Infrastruktur Kritis.
Lokakarya tersebut ditujukan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan Australia dalam meningkatkan perlindungan terhadap ruang publik, target rentan, serta infrastruktur kritis dari berbagai ancaman terorisme.
Kegiatan itu sekaligus menjadi forum bagi negara-negara ASEAN dan Australia untuk berbagi praktik baik dalam penanggulangan terorisme.
Melalui forum tersebut, para peserta berupaya meningkatkan kapasitas masing-masing negara sekaligus menyusun langkah bersama dalam menghadapi ancaman terorisme yang semakin kompleks dan bersifat lintas batas.
Dionisius berharap kurikulum pelatihan regional beserta perangkat perlindungan yang disusun dapat digunakan sebagai acuan negara-negara ASEAN untuk memperkuat sistem keamanan masing-masing.
Australia Dorong Kolaborasi Hadapi Ancaman Terorisme
Duta Besar Australia untuk Penanggulangan Terorisme Gemma Huggins menyampaikan apresiasi terhadap kemitraan antara Australia dan ASEAN dalam menjaga keamanan kawasan.
"Australia sangat menghargai kemitraan eratnya dengan ASEAN. Seiring dengan terus berkembangnya ancaman terorisme, upaya perlindungan ruang publik, target rentan, dan infrastruktur kritis menuntut kita untuk tetap adaptif, kolaboratif, dan berpandangan ke depan," kata Gemma Huggins.
Lokakarya tersebut diikuti 102 peserta dari berbagai negara anggota ASEAN dan Australia.
Peserta juga berasal dari Sekretariat ASEAN, Perserikatan Bangsa-Bangsa, organisasi masyarakat sipil, kalangan akademisi, induk organisasi olahraga, serta sektor swasta.
Keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang menunjukkan pentingnya pendekatan yang melibatkan seluruh unsur masyarakat dalam membangun dan memperkuat ketahanan terhadap ancaman terorisme.
BNPT Perkuat Diplomasi Penanggulangan Terorisme
Melalui forum tersebut, BNPT menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat diplomasi di bidang penanggulangan terorisme.
BNPT juga berkomitmen memperluas kolaborasi internasional sebagai bagian dari upaya menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang dan melintasi batas negara.
Kerja sama tersebut diarahkan untuk mendorong terciptanya kawasan ASEAN yang lebih aman dan memiliki ketahanan kuat dalam menghadapi berbagai bentuk ancaman terorisme.
- Penulis :
- Shila Glorya



