
Pantau - Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abidin Fikri menegaskan kemerdekaan Indonesia harus diwujudkan melalui keadilan sosial, kesejahteraan, dan kehadiran negara bagi masyarakat yang masih hidup dalam kemiskinan dan ketelantaran.
Pernyataan itu disampaikan Abidin saat menjadi narasumber Lokakarya Kebangsaan Fraksi PDI Perjuangan MPR RI bersama Dewan Pakar Nasional Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di Tangerang, Rabu (19/8/2026).
Lokakarya tersebut mengangkat tema “Kemerdekaan, Kedaulatan, dan Masa Depan Indonesia: Menimba Api Pemikiran Bung Karno untuk Menjawab Tantangan Zaman.”
Abidin mengatakan momentum 81 tahun Indonesia merdeka perlu menjadi refleksi mengenai sejauh mana manfaat kemerdekaan telah dirasakan masyarakat.
“Kemerdekaan tidak cukup hanya kita rayakan. Kemerdekaan harus kita ukur dari sejauh mana rakyat merasakan kehadiran negara, terutama mereka yang paling membutuhkan perlindungan dan keberpihakan,” ujar Abidin.
Negara Diminta Hadir bagi Rakyat Miskin dan Telantar
Abidin mengingatkan amanat Pasal 34 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara.
Menurut dia, ketentuan tersebut bukan sekadar norma konstitusi, tetapi menjadi mandat moral mengenai tanggung jawab negara terhadap masyarakat.
“Indonesia yang merdeka dan berdaulat tidak boleh membiarkan rakyatnya hidup dalam kemiskinan dan ketelantaran. Negara harus hadir melalui kebijakan yang konkret, terukur, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Ia mengatakan kehadiran negara tidak boleh hanya diwujudkan melalui bantuan sesaat, tetapi perlu diarahkan pada kebijakan yang meningkatkan kemandirian masyarakat sekaligus memutus mata rantai kemiskinan.
“Yang kita perlukan adalah solusi yang benar-benar terasa. Kehadiran negara harus bisa dilihat dan dirasakan oleh rakyat, khususnya masyarakat miskin dan kelompok yang telantar,” katanya.
Abidin juga menilai kedaulatan negara tidak dapat dipisahkan dari kesejahteraan rakyat karena negara yang berdaulat harus mampu memastikan setiap warga memperoleh kehidupan layak.
Pemikiran Bung Karno Dinilai Tetap Relevan
Abidin mengaitkan upaya mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan pemikiran Bung Karno mengenai kemerdekaan, kedaulatan, berdikari, dan keadilan sosial.
“Menimba api pemikiran Bung Karno bukan berarti kembali ke masa lalu. Kita mengambil semangat dan gagasannya untuk menjawab persoalan masa kini dan masa depan,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen bangsa menjaga semangat kebangsaan sekaligus menerjemahkan cita-cita para pendiri bangsa melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.
“Api pemikiran Bung Karno harus terus kita jaga sebagai energi untuk membangun Indonesia yang semakin berdaulat, mandiri, adil, dan sejahtera. Kemerdekaan harus benar-benar hadir dalam kehidupan rakyat,” pungkas Abidin.
Lokakarya tersebut dibuka Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto serta menghadirkan Anggota MPR RI Andreas Hugo Pareira dan I.G.N. Kesuma Kelakan.
Kegiatan itu juga menghadirkan sejumlah narasumber pakar, yakni Siswono Yudohusodo, Arief Hidayat, dan Dharmansjah Djumala.
- Penulis :
- Aditya Yohan



