HOME  ⁄  Nasional

Gibran Tinjau Pengungsi dan Fasilitas Rusak akibat Gempa M 7,7 di Sikka

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Gibran Tinjau Pengungsi dan Fasilitas Rusak akibat Gempa M 7,7 di Sikka
Foto: Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berdialog dengan pengungsi serta membagikan mainan untuk anak-anak di SD Inpres Wairklau, Kabupaten Sikka, NTT, Kamis 20/8/2026 (sumber: ANTARA/Prisca Triferna)

Pantau - Wakil Presiden Gibran Rakabuming meninjau langsung lokasi pengungsian dan sejumlah fasilitas yang rusak akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Gibran didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Kunjungan dilakukan untuk melihat kondisi pengungsi dan fasilitas terdampak sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat, anak-anak, pendidikan, serta proses pemulihan pascabencana mendapatkan perhatian pemerintah.

Gibran Cek Kondisi Anak-anak di Pengungsian

Setelah tiba di Sikka pada Kamis siang, Gibran dan rombongan terlebih dahulu mendatangi lokasi pengungsian di SD Inpres Wairklau.

Di lokasi tersebut, Gibran berdialog langsung dengan warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian setelah gempa M 7,7 mengguncang wilayah NTT pada Sabtu (15/8/2026).

Gibran secara khusus menanyakan kondisi anak-anak serta memastikan kebutuhan makanan dan kesehatan mereka.

"Anaknya sudah makan?” tanya Gibran.

"Anaknya enggak ada luka atau apa, kan? Luka enggak? Aman, ya?” lanjut Gibran memastikan kondisi anak-anak pengungsi.

Selain berdialog dengan warga, Gibran membagikan mainan dan buku kepada anak-anak yang masih berada di lokasi pengungsian.

Gibran juga menyerahkan sejumlah peralatan bayi kepada salah seorang ibu di lokasi tersebut.

Peninjauan ke SD Inpres Wairklau turut dilakukan untuk memastikan perhatian pemerintah terhadap sektor pendidikan tetap berjalan meskipun masyarakat menghadapi situasi darurat akibat bencana.

Pemerintah berharap pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan.

Pemulihan juga diharapkan memastikan anak-anak terdampak gempa dapat kembali mengikuti kegiatan belajar dalam kondisi aman dan nyaman serta memperoleh dukungan yang dibutuhkan.

Pelabuhan dan Gereja Rusak Turut Ditinjau

Setelah menyelesaikan kunjungan di SD Inpres Wairklau, Gibran melanjutkan perjalanan menuju Pelabuhan Laurentius Say yang menjadi salah satu fasilitas terdampak gempa.

Gibran bersama Pratikno dan Suharyanto melihat secara langsung kondisi dermaga Pelabuhan Laurentius Say yang mengalami kerusakan.

Rombongan kemudian mendatangi Gereja Santa Maria Magdalena Nangahure yang juga mengalami kerusakan akibat gempa bumi.

Korban Meninggal Capai 71 Orang

Berdasarkan laporan BNPB hingga Rabu (19/8/2026) pukul 20.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi di wilayah NTT tercatat sebanyak 71 orang.

Sementara itu, jumlah pengungsi yang tersebar di seluruh wilayah NTT mencapai 59.647 orang.

Wilayah Manggarai tercatat sebagai daerah dengan jumlah pengungsi terbanyak akibat bencana tersebut.

Pemerintah terus mendistribusikan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak gempa.

Hingga Selasa (18/8/2026) pukul 18.00 WIB, sebanyak 165 ton bantuan logistik telah didistribusikan melalui jalur udara.

Secara keseluruhan, total barang bantuan yang dikirim selama periode 15-18 Agustus 2026 mencapai 398 ton.

Meski distribusi melalui udara dilakukan untuk mendukung penanganan bencana, jalur darat tetap menjadi moda utama pengiriman bantuan.

Penulis :
Shila Glorya