HOME  ⁄  Nasional

Pramono Persilakan Warga Pati Demo di DPR pada 26-27, Peserta Diminta Tak Anarkis

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pramono Persilakan Warga Pati Demo di DPR pada 26-27, Peserta Diminta Tak Anarkis
Foto: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam Seminar Kebangsaan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Menteng 2026 bertema “Keluarga Kuat, Bangsa Kuat” di HKBP Menteng, Jalan Jambu Nomor 46, Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu 22/8/2026 (sumber: Pemprov DKI)

Pantau - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempersilakan masyarakat Pati, Jawa Tengah, datang ke Jakarta untuk menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada tanggal 26 dan 27.

Pramono menegaskan penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat yang dijamin dalam kehidupan demokrasi selama aksi berlangsung tertib dan tidak disertai tindakan yang merusak fasilitas publik.

"Jakarta menjadi aman, nyaman kalau kita semua bisa menjaga dengan baik. Demo itu dijamin oleh demokrasi dan kami mempersilakan mau demo tanggal 26, 27, monggo saja," kata Pramono.

Pramono Larang Aksi Anarkis dan Perusakan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat melalui aksi unjuk rasa, tetapi peserta diminta tetap menjaga keamanan dan ketertiban selama berada di Ibu Kota.

Pramono mengingatkan massa agar tidak melakukan tindakan anarkis, perusakan, maupun tindakan lain yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum.

"Tetapi yang tidak boleh dilakukan adalah melakukan perusakan, melakukan anarkis, dan kemudian melakukan tindakan-tindakan yang tidak baik," kata Pramono.

Untuk menjaga situasi tetap kondusif, Pramono telah menginstruksikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta berkoordinasi dengan pihak kepolisian dalam mengantisipasi pelaksanaan aksi.

"Tentu saya sudah memerintahkan kepada Kepala Satpol PP untuk berkoordinasi juga dengan kepolisian supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," kata Pramono.

Pemprov DKI Jakarta juga akan mengedepankan pendekatan humanis agar masyarakat tetap dapat menggunakan haknya dalam menyampaikan aspirasi tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban di Jakarta.

Ormas Fasilitasi Warga Pati yang Bermalam di Jakarta

Sejumlah organisasi kemasyarakatan di Jakarta disebut turut membantu memfasilitasi masyarakat Pati yang datang ke Ibu Kota untuk mengikuti aksi.

Salah satu bentuk fasilitasi tersebut dilakukan dengan mengarahkan massa asal Pati agar tidak bermalam di sekitar Gedung DPR dan MPR RI.

Apabila harus bermalam di Jakarta, masyarakat Pati disebut akan dibantu mendapatkan fasilitas sehingga tidak menginap di depan kompleks parlemen.

"Beberapa ormas di Jakarta memfasilitasi, bahkan mereka mengarahkan untuk jangan kemudian bermalam di depan gedung DPR MPR dan akhirnya difasilitasi kalau memang semalam misalnya sampai bermalam di Jakarta," kata Pramono.

Penulis :
Arian Mesa