HOME  ⁄  Nasional

Menhut Raja Juli Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla di Kalsel dengan Tambahan Helikopter

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhut Raja Juli Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla di Kalsel dengan Tambahan Helikopter
Foto: Manggala Agni Daops Kalimantan V/Banjar Kemenhut melakukan pemadaman karhutla di Kabupaten Banjar, Kalsel.

Pantau - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memastikan operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan diperkuat melalui pengerahan pasukan darat dan tambahan dukungan operasi udara, Minggu (23/8/2026).

Penguatan dilakukan ketika pemantauan pada Minggu pagi mencatat masih terdapat 44 titik panas yang tersebar di Kabupaten Banjar, Kota Banjarbaru, Hulu Sungai Selatan, dan Tapin.

"Penanganan karhutla diarahkan sesuai dengan titik lokasi berdasarkan pemantauan perkembangan titik panas di sejumlah wilayah Kalsel," kata Raja Juli saat mengecek penanganan lahan terbakar di Penggalaman, Kabupaten Banjar.

Pasukan Darat dan Pemadaman Udara Dikerahkan

Operasi penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, serta dukungan water bombing dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

“Kita koordinasikan bagaimana kemudian pasukan darat dan juga water bombing ke tempat-tempat yang memang sangat perlu,” katanya.

Penguatan operasi udara juga dilakukan dengan penambahan satu armada water bombing yang tiba di Kalimantan Selatan pada Minggu siang.

BNPB selanjutnya akan mendatangkan satu helikopter tambahan dari Riau untuk membantu operasi pemadaman karhutla di Kalimantan Selatan.

Pengalihan helikopter tersebut dilakukan karena kondisi karhutla di Riau dinilai relatif lebih terkendali.

“Riau alhamdulillah angkanya lebih rendah lagi, jadi kita pinjam dulu sementara dari teman-teman untuk penambahan water bombing di Kalsel," tambah Menhut.

Titik Panas Kembali Naik Menjadi 44

Data Sipongi Kementerian Kehutanan menunjukkan jumlah titik panas di Kalimantan Selatan mencapai 157 titik pada 21 Agustus 2026.

Jumlah tersebut kemudian turun menjadi 11 titik pada Sabtu (22/8/2026) pukul 22.00 Wita.

Namun, pemantauan pada Minggu (23/8/2026) pukul 06.00 Wita menunjukkan jumlah titik panas kembali meningkat menjadi 44 titik.

Pemerintah terus mengarahkan operasi darat dan udara berdasarkan perkembangan titik panas untuk memperkuat penanganan karhutla di wilayah terdampak.

Penulis :
Gerry Eka