
Pantau - Pemerintah Provinsi Riau mengerahkan empat helikopter untuk melakukan operasi water bombing guna menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah membakar sekitar 270 hektare lahan di Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Minggu (23/8/2026).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau menyatakan pemadaman melalui udara telah dilakukan pada sejumlah titik kebakaran, tetapi seluruh areal terdampak belum berhasil dipadamkan.
Kepala Pelaksana BPBD Damkar Riau Edy Afrizal mengatakan kondisi angin dan lahan menjadi tantangan dalam operasi pemadaman.
"Water bombing memang bisa kita gunakan untuk memblokir kepala api. Tetapi untuk memadamkan seluruh api cukup sulit karena dipengaruhi angin dan kondisi lahan," katanya.
Gambut Kering Simpan Bara Api
Edy menjelaskan kondisi lahan gambut yang sangat kering membuat proses pemadaman karhutla semakin sulit karena bara dapat bertahan di bawah permukaan meski api dari udara terlihat sudah padam.
"Sekarang kondisi lahan gambut sangat kering. Ketika kita lakukan water bombing dan dari atas terlihat api sudah padam, sebenarnya di dalam gambut masih bisa terdapat bara api yang menyala," ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat operasi pemadaman tidak hanya mengandalkan helikopter, tetapi juga membutuhkan penanganan langsung oleh personel di darat.
Personel Gabungan Ditambah
Operasi darat diperkuat dengan penambahan personel dari sejumlah instansi untuk mengejar titik api yang masih menyala di kawasan Kerumutan.
Sebelumnya terdapat 15 personel BPBD Damkar Riau, 12 personel Manggala Agni Daerah Operasi Rengat, serta 13 personel regu bantuan kendali operasi dari Daops Siak yang diterjunkan.
"Hari ini bertambah lagi satu regu dari Daops Rengat sebanyak 12 orang. Selain itu, ada 30 personel dari Polda Riau, 20 personel dari Kodam," ujar Edy.
Berdasarkan data dua hari sebelumnya, luas lahan yang terbakar telah mencapai sekitar 270 hektare.
Luas kebakaran diperkirakan masih dapat bertambah karena hingga Minggu masih terdapat titik api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
- Penulis :
- Gerry Eka



