
Pantau - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan akhlak sebagai fondasi dalam membangun peradaban pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah/2026 Masehi.
Menurut Menag, Rasulullah SAW memulai dakwah dengan membangun akhlak manusia karena akhlak menjadi fondasi bagi setiap peradaban.
“Beliau (Rasul) memulai dakwahnya dengan membangun akhlak manusia. Sebab, akhlak adalah fondasi dari setiap peradaban. Ketika akhlak tegak, keadilan akan tumbuh. Ilmu pengetahuan akan membawa manfaat, kekuasaan akan dijalankan dengan amanah, dan kasih sayang akan menjadi perekat kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Menag menjelaskan, tegaknya akhlak akan mendorong tumbuhnya keadilan, membuat ilmu pengetahuan bermanfaat bagi kehidupan manusia, memastikan kekuasaan dijalankan dengan amanah, serta menjadikan kasih sayang sebagai perekat kehidupan bermasyarakat.
Akhlak Menjadi Kunci Transformasi Peradaban
Menurut Menag, fondasi akhlak menjadi salah satu kunci utama dari transformasi besar yang dibawa Rasulullah SAW melalui dakwahnya.
Perubahan yang lahir melalui dakwah Nabi Muhammad SAW tidak hanya membentuk kehidupan keagamaan, tetapi juga mengubah wajah peradaban manusia.
Menag mengutip sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.”
Menurutnya, pesan tersebut menjadi kunci untuk memahami bagaimana perubahan yang dibawa Nabi Muhammad SAW mampu mengubah sejarah peradaban manusia.
Rasulullah SAW memulai dakwah dengan pembangunan akhlak sehingga nilai-nilai agama tidak hanya menjadi ajaran yang bersifat individual, tetapi juga berkembang menjadi kekuatan yang membentuk kehidupan sosial dan membangun peradaban.
Menag menjelaskan, sekitar 14 abad lalu manusia berada dalam masa yang dikenal sebagai zaman jahiliah ketika nilai-nilai kemanusiaan mengalami kemerosotan.
Kondisi sosial pada masa tersebut ditandai dengan kelompok yang kuat menindas kelompok yang lemah, sementara perempuan mengalami kehilangan martabat dalam kehidupan masyarakat.
Menag mengatakan kondisi manusia saat ini telah mengalami lompatan peradaban yang sangat besar dibandingkan masa tersebut, termasuk melalui perkembangan ilmu pengetahuan dan berbagai perubahan dalam kehidupan manusia.
Ia mengingatkan bahwa kemajuan peradaban merupakan anugerah yang harus disyukuri sekaligus terus dirawat dan diimbangi dengan nilai-nilai kemanusiaan.
“Di baliknya terdapat perjuangan yang begitu agung dari seorang Rasul pilihan Allah SWT., yang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam. Dialah Baginda Nabi Muhammad saw., yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk membebaskan manusia dari belenggu kejahilan,” kata Menag.
Menag Ajak Umat Perkuat Cinta kepada Rasulullah
Menag juga mengajak umat Islam untuk terus memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW yang memberikan perhatian besar kepada umatnya hingga akhir hayat.
Menurutnya, keterpisahan ruang dan waktu tidak mengurangi rasa cinta umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW yang senantiasa memikirkan, mendoakan, serta memohonkan ampun bagi umatnya.
“Keterpisahan oleh ruang dan waktu tidak pernah mengurangi cinta kita kepada Rasulullah SAW. Rasa cinta itu akan senantiasa bersemi untuk manusia yang senantiasa memikirkan, mendoakan dan memohonkan ampun bagi umatnya,” ungkapnya.
Menag turut menyampaikan selamat memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah kepada umat Islam.
Ia berharap peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen umat Islam dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus terus menghidupkan ajarannya dalam kehidupan.
“Semoga Allah SWT. memberikan kita kekuatan untuk senantiasa meneladani akhlaknya, dan menghidupkan ajarannya. Dan semoga kita semua menjadi bagian dari umat yang kelak memperoleh syafaat beliau di hari kemudian,” kata Menag.
- Penulis :
- Shila Glorya
- Editor :
- Shila Glorya



