
Pantau - Dewan Pimpinan Daerah Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Nusa Tenggara Barat (NTB) menyiapkan paket wisata alternatif dan menggalang dana untuk membantu pemulihan Desa Adat Sade di Lombok Tengah setelah mengalami kebakaran.
Ketua DPD ASITA NTB Sellywati mengatakan paket wisata alternatif disiapkan untuk menjaga arus kunjungan wisatawan selama proses pemulihan Desa Adat Sade berlangsung.
Destinasi yang disiapkan sebagai alternatif meliputi Sukarara, Ende, dan Mandalika.
"ASITA NTB siap menyiapkan paket alternatif dengan mengarahkan wisatawan ke destinasi lain seperti Sukarara, Ende, dan Mandalika, sambil tetap mendukung proses pemulihan Sade," kata Sellywati.
Penyediaan paket tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan aktivitas pariwisata di NTB sekaligus mendukung percepatan pemulihan Desa Adat Sade agar dapat kembali menerima wisatawan.
ASITA NTB Galang Dana untuk Masyarakat Sade
Selain melalui sektor pariwisata, ASITA NTB memberikan dukungan kepada masyarakat terdampak kebakaran dengan melakukan penggalangan dana.
Dana yang terkumpul direncanakan diserahkan secara langsung kepada masyarakat Desa Adat Sade pada Kamis.
"Bantuan dalam bentuk dana. Sampai saat ini kami masih menggalang dana karena rencana hari Kamis akan kami serahkan ke Desa Sade," ujar Sellywati.
Ketua Dewan Penasihat DPD ASITA NTB Dewantoro Umbu Joka mengatakan pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk merumuskan langkah pemulihan pascabencana.
Koordinasi tersebut akan melibatkan Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi NTB Lalu Faozal yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Pemulihan.
Menurut Dewantoro, keberadaan sejumlah desa wisata alternatif dapat membantu mempertahankan arus kunjungan wisatawan, tetapi pemulihan Desa Adat Sade tetap perlu menjadi perhatian karena kawasan tersebut merupakan salah satu ikon budaya.
"Meski demikian, pemulihan Sade tetap menjadi perhatian agar ikon budaya tersebut bisa segera kembali menyambut wisatawan," kata Dewantoro.
Pemerintah Siapkan Bantuan dan Selamatkan Warisan Budaya
Kementerian Pariwisata sebelumnya pada Minggu, 23 Agustus, menyatakan kesiapan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk membantu pemulihan sektor pariwisata Desa Adat Sade.
Melalui Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok, Kementerian Pariwisata menyiapkan sejumlah bentuk bantuan bagi masyarakat terdampak, termasuk dapur umum untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan setelah kebakaran.
Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan Nusa Tenggara Barat juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mendata berbagai aset budaya yang masih tersisa setelah kebakaran.
Selain pendataan, pemerintah berupaya menyelamatkan aspek fisik dan nonfisik warisan budaya Desa Adat Sade selama proses pemulihan.
Penyelamatan aspek nonfisik antara lain dilakukan melalui dokumentasi cerita rakyat dan pengetahuan tradisional yang dimiliki para tetua adat.
Dokumentasi tersebut ditujukan untuk menjaga memori kolektif masyarakat agar kekayaan budaya dan pengetahuan tradisional Desa Adat Sade tetap dapat dipertahankan di tengah proses pemulihan pascakebakaran.
- Penulis :
- Shila Glorya



