HOME  ⁄  Nasional

BNPB Terjunkan Tim ke Tujuh Kabupaten di Flores, Percepat Pemulihan 77.912 Rumah Rusak Gempa

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BNPB Terjunkan Tim ke Tujuh Kabupaten di Flores, Percepat Pemulihan 77.912 Rumah Rusak Gempa
Foto: Presiden Prabowo Subianto menyapa warga saat mengunjungi posko pengungsi bencana genpa bumi di Lapangan Berdikari, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Rabu 26/8/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Johanes Viandinando)

Pantau - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim ke tujuh kabupaten terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi 77.912 rumah warga yang tercatat mengalami kerusakan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BNPB mempercepat pemulihan hunian masyarakat setelah gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pendampingan penyiapan asesmen dan standardisasi penilaian kerusakan rumah tetap dilakukan tanpa harus menunggu masa tanggap darurat berakhir.

"BNPB berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah warga terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026 lalu itu," kata Berton.

Sebanyak 77.912 Rumah Terdampak Gempa

Berdasarkan penguncian data sementara per 24 Agustus 2026, BNPB mencatat 77.912 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.597 rumah masuk kategori rusak berat, 18.537 rumah rusak sedang, dan 34.778 rumah rusak ringan.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah kerusakan rumah tertinggi, yakni 6.833 rumah rusak berat, 4.996 rumah rusak sedang, dan 6.973 rumah rusak ringan.

Kabupaten Manggarai mencatat 6.360 rumah rusak berat, 5.196 rumah rusak sedang, dan 5.552 rumah rusak ringan.

Di Kabupaten Manggarai Barat, sebanyak 3.732 rumah mengalami rusak berat, 2.014 rumah rusak sedang, dan 5.067 rumah rusak ringan.

Kabupaten Nagekeo mencatat 3.218 rumah rusak berat, 1.598 rumah rusak sedang, serta 4.828 rumah rusak ringan.

Di Kabupaten Ngada, sebanyak 2.256 rumah tercatat rusak berat, 2.116 rumah rusak sedang, dan 5.190 rumah rusak ringan.

Kabupaten Ende mencatat 1.208 rumah rusak berat, 1.725 rumah rusak sedang, serta 4.547 rumah rusak ringan.

Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat 990 rumah rusak berat, 892 rumah rusak sedang, dan 2.621 rumah rusak ringan.

Ratusan Enumerator Dikerahkan untuk Validasi Data

Untuk memastikan keakuratan data berbasis nama dan alamat atau by name by address, BNPB menggelar bimbingan teknis bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ratusan relawan enumerator yang melakukan pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

Pelaksanaan bimbingan teknis telah dimulai antara lain di Kabupaten Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai.

Pendataan tersebut diperlukan agar tingkat kerusakan setiap rumah dapat dinilai secara objektif dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pemulihan.

"ini penting agar data yang dihasilkan dari lapangan dapat menjadi data yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan," cetus Berton.

Rekonstruksi Terapkan Prinsip Build Back Better

Proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga akan menerapkan prinsip build back better agar hunian yang dibangun kembali memiliki tingkat ketahanan lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya.

Pelaksanaan pemulihan juga akan didasarkan pada hasil pendataan yang objektif, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026