HOME  ⁄  Nasional

Menteri PPN Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Data untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menteri PPN Dorong Inovasi Pertanian Berbasis Data untuk Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional
Foto: (Sumber :Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau penerapan riset dan teknologi pertanian berbasis data di Research Center (RC) Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers), Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026). ANTARA/HO-Bappenas.)

Pantau - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan inovasi terapan berbasis riset dan teknologi diperlukan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Penegasan tersebut disampaikan Rachmat saat meninjau penerapan riset dan teknologi pertanian berbasis data di Research Center (RC) Yayasan Edu Farmers International (Edufarmers) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Rachmat menilai penerapan inovasi langsung di lapangan membuka peluang baru bagi pengembangan pertanian sekaligus mendukung upaya mencapai swasembada pangan.

"Terus terang dengan ada contoh-contohnya seperti ini, model-model seperti ini, maka ada harapan baru bagi pertanian kita. Ada harapan baru buat petani kita dan ada harapan baru untuk membangun swasembada pangan, energi, dan air," ujarnya dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (28/8/2026).

Teknologi Pertanian Presisi Diterapkan di Lapangan

Dalam kunjungan tersebut, Rachmat menyaksikan ekosistem pertanian presisi yang mengintegrasikan pengujian kondisi fisik tanah hingga analisis berbasis kecerdasan buatan.

Salah satu teknologi yang diterapkan adalah Soil Test Kit, yakni alat uji tanah portabel yang telah diuji di lebih dari 200 demplot untuk mengukur pH, hara NPK, C-organik, dan salinitas tanah secara cepat.

Alat tersebut dipadukan dengan Pak Dayat AI, asisten pertanian berbasis WhatsApp yang memberikan rekomendasi pemupukan kepada petani berdasarkan hasil pemeriksaan.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo AA Teguh Sambodo menyebut diagnosis dan rekomendasi melalui aplikasi tersebut mendapat perhatian dari sejumlah mitra pembangunan yang siap berkolaborasi untuk mengembangkan berbagai inisiatif lokal.

"Satu aspek yang lain adalah bahwa Pak Dayat ini bisa juga diperkaya dengan rencana kami. Nanti juga akan melengkapi gerakan nasional untuk kesehatan tanah, kita punya peta kesehatan tanah dan nantinya iklimnya juga bisa disesuaikan," kata Leonardo.

Pertanian Ramah Lingkungan Ikut Dikembangkan

Selain teknologi digital, Rachmat melihat penerapan teknik irigasi berselang Alternate Wetting and Drying (AWD) yang dinilai mampu menghemat penggunaan air sekaligus menekan emisi gas rumah kaca.

Pengelolaan sisa panen tanpa pembakaran atau no-burning rice farming juga diterapkan sebagai bagian dari praktik pertanian ramah lingkungan.

Berbagai inovasi tersebut dikembangkan tim riset Edufarmers yang sejak 2022 telah menjalankan lebih dari 100 siklus riset pada komoditas padi, jagung, cabai, dan bawang merah.

Penerapan teknologi tersebut juga telah menjangkau petani lokal dengan mengombinasikan alat pengujian tanah dan panduan digital untuk mendukung pengolahan lahan sehari-hari.

Rachmat menilai model pertanian tersebut memperhatikan berbagai faktor secara menyeluruh, mulai dari kondisi tanah dan iklim hingga kemampuan petani.

"Jadi ini adalah model yang bagus bagaimana kita meningkatkan produksi secara holistik. Tanahnya diperhatikan, iklimnya dilihat, kemampuan petaninya diamati, sampai nantinya akan ada ekosistem bagaimana membangun setiap komoditas," ungkap Kepala Bappenas.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026