HOME  ⁄  Nasional

BRIN Siapkan Komersialisasi Rumah Modular Tahan Gempa agar Bisa Diproduksi Massal

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BRIN Siapkan Komersialisasi Rumah Modular Tahan Gempa agar Bisa Diproduksi Massal
Foto: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 28/8/2026 (sumber: ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Pantau - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah mempersiapkan komersialisasi teknologi rumah modular tahan gempa agar dapat diproduksi dalam jumlah lebih banyak dan dimanfaatkan masyarakat, terutama di wilayah rawan gempa bumi.

Kepala BRIN Arif Satria mengatakan lembaganya terus berkoordinasi dengan sejumlah mitra untuk membawa hasil riset tersebut menuju tahap produksi karena BRIN tidak memiliki kewenangan melakukan produksi secara massal.

"Ini sekarang kita terus berkoordinasi dengan mitra karena BRIN tidak boleh memproduksi secara massal. Kita harus mencari mitra-mitra untuk menghasilkan rumah-rumah tersebut dalam jumlah yang lebih banyak dan bisa lebih murah lagi," ungkap Arif.

Kerja sama dengan mitra yang memiliki kapasitas produksi diharapkan dapat meningkatkan jumlah rumah yang dihasilkan sekaligus menekan biaya sehingga harganya lebih terjangkau bagi masyarakat.

Tiga Rumah Contoh Tetap Utuh Saat Gempa

Teknologi rumah modular tahan gempa tersebut sebelumnya telah diwujudkan BRIN dalam bentuk tiga rumah contoh yang berdiri sejak periode 2021 hingga 2022.

Menurut Arif, ketiga rumah contoh tersebut tetap dalam kondisi utuh ketika terjadi gempa sehingga menjadi salah satu dasar bagi BRIN untuk mendorong pemanfaatan teknologi tersebut secara lebih luas.

"Rumah modular tahan gempa, di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021 hingga 2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," kata Arif.

BRIN selanjutnya berupaya membawa hasil riset tersebut dari tahap pengembangan teknologi menuju komersialisasi melalui kerja sama dengan mitra yang mempunyai kemampuan produksi.

Melalui skema tersebut, rumah modular tahan gempa diharapkan dapat diproduksi dalam jumlah lebih besar dengan biaya produksi yang semakin efisien.

Peningkatan skala produksi juga diharapkan membuat harga rumah semakin terjangkau sehingga teknologi tersebut dapat dimanfaatkan masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko gempa bumi.

BRIN Dorong Inovasi untuk Antisipasi Bencana

Arif menilai pengembangan teknologi rumah tahan gempa penting karena Indonesia berada di kawasan ring of fire atau cincin api Pasifik yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

Kondisi geografis tersebut membuat riset dan inovasi teknologi diperlukan untuk membantu masyarakat mengantisipasi sekaligus mengurangi dampak berbagai potensi bencana.

Menurut Arif, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan perhatian terhadap pentingnya riset dan inovasi teknologi dalam menghadapi kerentanan bencana di Indonesia.

"Ini memerlukan kajian, memerlukan inovasi-inovasi teknologi untuk bisa mengatasi, mengantisipasi, maupun terus memberikan solusi," ujar Arif.

Teknologi rumah modular tahan gempa juga menjadi salah satu inovasi BRIN yang dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo dengan Presiden Timor-Leste Jose Ramos-Horta dan sejumlah peraih Nobel.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo secara khusus menyinggung berbagai inovasi BRIN yang dapat diaplikasikan secara langsung di lapangan, termasuk teknologi rumah modular tahan gempa.

BRIN melalui rencana komersialisasi tersebut berupaya memastikan teknologi rumah modular tahan gempa tidak berhenti pada tahap rumah contoh, tetapi dapat diproduksi mitra dalam skala lebih besar dengan harga lebih terjangkau untuk masyarakat di wilayah rawan bencana.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026