
Pantau - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI terus memperkuat keselamatan di perlintasan sebidang untuk menjaga keamanan perjalanan kereta api sekaligus melindungi masyarakat yang beraktivitas di sekitar jalur operasional.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan peningkatan keselamatan perlintasan sebidang menjadi bagian penting dalam sistem keselamatan perjalanan kereta api.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat," kata Bobby.
KAI menjalankan program tersebut melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan sistem penjagaan perlintasan, serta kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
KAI Realisasikan Peningkatan Keselamatan di 145 Titik
Hingga 25 Agustus 2026, KAI telah merealisasikan peningkatan keselamatan pada 145 dari total 190 titik prioritas di berbagai wilayah operasional.
Realisasi tersebut disebut telah mencapai progres sebesar 77,37 persen.
Program itu mencakup pembangunan rumah atau pos petugas penjaga perlintasan, pemasangan rambu dan fasilitas keselamatan, serta penyediaan perangkat komunikasi untuk mendukung pengamanan.
“Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan saat melintas di perlintasan sebidang,” ujar Bobby.
Bobby menjelaskan penanganan setiap perlintasan dilakukan berdasarkan pemetaan kondisi dan tingkat kebutuhan di lapangan sehingga bentuk penanganannya dapat berbeda pada setiap lokasi.
“Setiap lokasi memiliki karakteristik yang berbeda sehingga penanganannya dilakukan secara terukur agar peningkatan keselamatan dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Bobby.
Sebanyak 1.810 Perlintasan Jadi Fokus Penanganan
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan hasil pemetaan menunjukkan terdapat 3.674 perlintasan sebidang di seluruh wilayah operasional KAI.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.864 perlintasan berstatus dijaga, 907 perlintasan tidak dijaga, dan 903 perlintasan masuk kategori tidak terdata/tidak dijaga.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 1.810 perlintasan yang menjadi fokus penanganan peningkatan keselamatan," kata Anne.
KAI telah melakukan verifikasi terhadap 1.638 perlintasan sebagai langkah awal penanganan.
Berdasarkan hasil verifikasi, sebanyak 1.404 perlintasan ditetapkan sebagai target peningkatan keselamatan dengan mempertimbangkan kondisi serta kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.
Anne menjelaskan program peningkatan keselamatan pada 190 titik prioritas selama 2026 tersebar di berbagai wilayah operasi KAI.
Pekerjaan tersebut meliputi pengadaan konsultan pengawas, penyediaan petugas penjaga pintu perlintasan, pembangunan pos jaga, pemasangan rambu dan fasilitas keselamatan, serta penyediaan perangkat komunikasi.
KAI Perkuat Kesiapan Petugas dan Ingatkan Pengguna Jalan
Selain meningkatkan fasilitas fisik, KAI memperkuat kesiapan petugas penjaga pintu perlintasan melalui kontrak kerja, On Job Training, serta pendidikan dan pelatihan PJL secara bertahap.
“Kontrak Petugas Penjaga Pintu Perlintasan telah ditandatangani pada 12 Agustus 2026, pelaksanaan On Job Training telah dimulai, dan pendidikan serta pelatihan PJL dilakukan secara bertahap,” beber Anne.
KAI juga menekankan bahwa keselamatan perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Pengguna jalan diminta berhenti sebelum melewati perlintasan, memperhatikan kondisi sekitar, memastikan jalur aman, dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak menerobos perlintasan ketika terdapat kereta api yang akan melintas.
“Keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan kedisiplinan bersama. Perilaku sederhana seperti berhenti, melihat kondisi sekitar dan memastikan aman sebelum melintas dapat mencegah risiko kecelakaan,” kata Anne.
KAI menilai kebiasaan berhenti, memperhatikan kondisi sekitar, dan memastikan jalur aman sebelum melintas menjadi bagian penting dalam mencegah risiko kecelakaan di perlintasan sebidang.
- Penulis :
- Leon Weldrick




