
Pantau - Pertukaran praktik kebidanan antara Indonesia dan Australia menekankan pentingnya pelayanan maternal yang berpusat pada perempuan dengan memperkuat kemampuan bidan memahami kebutuhan pasien dan membangun komunikasi yang baik.
Program tersebut menjadi bagian dari kolaborasi International Internship antara Universitas Binawan Jakarta dan The University of Queensland (UQ), Australia.
Wakil Rektor Universitas Binawan Jakarta Farouk Abdullah Alwyni mengatakan pengalaman internasional diperlukan untuk membangun perspektif global sekaligus memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi perkembangan dunia kesehatan.
"Kolaborasi internasional bukan hanya tentang mempertemukan institusi atau menghadirkan perspektif dari negara lain. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk belajar dari pengalaman nyata, memahami perbedaan praktik, dan melihat bagaimana kompetensi mereka dapat diterapkan dalam konteks yang lebih luas," kata Farouk dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Minggu (30/8/2026).
Pembelajaran melalui pengalaman praktik dari negara berbeda memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat penerapan kompetensi kesehatan dalam konteks yang lebih luas.
Mahasiswa Pelajari Praktik Kebidanan Lintas Negara
Perspektif tersebut dibahas melalui Guest Lecture bertajuk "Midwifery in Practice: What Women Really Need-Lessons from Australia and Indonesia" sebagai bagian dari kolaborasi program International Internship Universitas Binawan dan UQ.
Kegiatan tersebut menghadirkan Associate Professor UQ Dr. Megan Cooper, Ph.D., yang membagikan pengalaman mengenai praktik kebidanan di Australia, termasuk peran dan tanggung jawab bidan serta tantangan memberikan pelayanan yang berpusat pada kebutuhan perempuan.
Pertukaran pengalaman juga dilakukan melalui praktik langsung dengan lima mahasiswa UQ menjalani penempatan di dua tempat praktik bidan mandiri di Jakarta.
Penempatan tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai praktik kebidanan dalam konteks sistem kesehatan dan budaya Indonesia.
Megan mengatakan praktik kebidanan membutuhkan pemahaman menyeluruh terhadap kebutuhan perempuan serta dukungan selama menjalani rangkaian pelayanan kesehatan.
"Praktik kebidanan pada dasarnya adalah tentang memahami apa yang dibutuhkan perempuan dan mendukung mereka sepanjang perjalanan. Belajar dari berbagai negara memungkinkan kita merefleksikan praktik kita sendiri, memahami perspektif yang berbeda, dan mengidentifikasi apa yang dapat kita pelajari satu sama lain," katanya.
Pertukaran Perkuat Kompetensi Calon Bidan
Pertukaran praktik Indonesia-Australia memperkenalkan mahasiswa pada sejumlah aspek pelayanan kebidanan, mulai dari praktik klinis, pelayanan yang berfokus pada perempuan, komunikasi, kesadaran terhadap budaya, hingga kemampuan beradaptasi.
Aspek tersebut melengkapi penguasaan keterampilan klinis dalam mempersiapkan calon bidan menghadapi kebutuhan perempuan yang beragam.
Pendidikan kebidanan di UQ mengintegrasikan pembelajaran akademik, pengembangan keterampilan klinis, simulasi, dan pengalaman clinical placement dalam membentuk kompetensi calon bidan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lintas negara yang memungkinkan mahasiswa memahami perbedaan praktik sekaligus merefleksikan pelayanan kebidanan di lingkungan masing-masing.
Kolaborasi Indonesia-Australia dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman praktik kebidanan diharapkan memperluas perspektif mahasiswa serta akademisi mengenai pelayanan maternal.
Pembelajaran lintas negara tersebut juga membuka ruang untuk mengembangkan praktik kebidanan yang semakin responsif terhadap kebutuhan perempuan dan konteks masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka
- Editor :
- Tria Dianti




