
Pantau - Kementerian Perhubungan memperketat keselamatan penerbangan perintis di Papua melalui penguatan pengawasan dan langkah preventif untuk menjamin layanan transportasi udara yang aman dan andal bagi mobilitas masyarakat serta distribusi logistik.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa mengatakan transportasi udara menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas masyarakat di Papua.
"Dengan kondisi geografis, cuaca, dan topografi yang menantang, tugas insan penerbangan di Papua membutuhkan dedikasi dan ketangguhan. Karena itu, keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama,” kata Lukman.
Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membahas penguatan keselamatan tersebut dalam Rapat Koordinasi Wilayah Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IX dan X di Sorong, Papua Barat Daya, pada 26-27 Agustus 2026.
Papua Ditopang 82 Bandar Udara dan 200 Rute Perintis
Pada 2026, layanan transportasi udara di Papua ditopang 82 bandar udara, 155 lapangan terbang yang telah terverifikasi, serta 200 rute penerbangan perintis.
Infrastruktur dan rute tersebut mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, pendidikan, distribusi logistik, hingga penanganan keadaan darurat.
Rapat koordinasi juga melibatkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan operator untuk mewujudkan penerbangan yang selamat, aman, nyaman, andal, serta berkelanjutan di Papua.
Pengawasan Diperkuat di Wilayah Pegunungan
Ditjen Perhubungan Udara memperkuat langkah preventif terutama pada penerbangan di wilayah pegunungan dan daerah dengan kondisi ekstrem sebagai pelaksanaan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026 tentang Peningkatan Keselamatan pada Sarana dan Prasarana Transportasi.
Langkah tersebut mencakup ramp inspection, pengawasan berbasis risiko, penguatan regulasi dan mitigasi teknis, serta peningkatan perhatian terhadap kelaikudaraan avionik dan navigasi.
Kemenhub juga menjalankan mountainous safety meeting, menyusun pedoman operasi wilayah pegunungan, melakukan evaluasi berkelanjutan, serta mendukung ketersediaan suku cadang dan kelaikudaraan pesawat.
- Penulis :
- Gerry Eka




