HOME  ⁄  Nasional

Pemkot Jakarta Timur Edukasi Warga Gunakan Obat secara Aman untuk Cegah Penyalahgunaan

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Pemkot Jakarta Timur Edukasi Warga Gunakan Obat secara Aman untuk Cegah Penyalahgunaan
Foto: Ilustrasi - Barang bukti obat-obatan ilegal seperti Tramadol, Hexymer dan obat lainnya hasil penangkapan oleh Polres Metro Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

Pantau - Pemerintah Kota Jakarta Timur mengedukasi masyarakat agar mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar melalui gerakan Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang atau Dagusibu.

Wakil Wali Kota Jakarta Timur Kusmanto mengatakan edukasi tersebut diperlukan untuk mengoptimalkan manfaat obat sekaligus mencegah risiko penyalahgunaan di tengah masyarakat.

"Gerakan ini penting dilakukan demi mengoptimalkan manfaat kesehatan sekaligus mencegah risiko penyalahgunaan obat-obatan di lingkungan masyarakat," kata Kusmanto saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Menurut Kusmanto, obat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat karena hampir setiap rumah tangga memiliki dan menggunakannya.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memahami tata cara penggunaan obat agar sesuai aturan dan tidak disalahgunakan.

Warga Diminta Perhatikan Resep hingga Kedaluwarsa

Kusmanto menjelaskan masyarakat perlu memperoleh obat melalui jalur yang benar, menggunakannya sesuai resep dan anjuran dokter, serta memperhatikan cara penyimpanan dan pembuangannya.

"Dengan adanya kegiatan edukasi, diharapkan masyarakat bisa cerdas menggunakan obat. Obat harus didapatkan dengan benar, digunakan sesuai resep dan anjuran dokter, disimpan di tempat yang tepat, serta dibuang sesuai ketentuan apabila sudah tidak digunakan atau telah kedaluwarsa," jelasnya.

Edukasi tersebut juga menjadi langkah preventif untuk melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari penyalahgunaan obat-obatan yang dilarang.

Kusmanto menilai keluarga memiliki peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku anak yang dapat menjadi indikasi penyalahgunaan obat.

"Kita ingin meningkatkan pola hidup sehat di lingkungan keluarga, menggunakan obat dengan cermat, sekaligus menjaga keluarga dari pengaruh obat-obatan yang dilarang,” ucapnya.

Edukasi Akan Diperluas ke Sekolah dan Remaja

Pemkot Jakarta Timur berencana memperluas edukasi penggunaan obat kepada kalangan remaja dan anak sekolah.

Program tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Forum Komunikasi Kader Sekolah, Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta instansi pendidikan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur Arief Wahyudhy mengatakan konsep Dagusibu menjadi fondasi utama dalam edukasi penggunaan obat kepada masyarakat.

Sudin Kesehatan Jakarta Timur juga akan memasifkan sosialisasi di lingkungan sekolah dan permukiman serta memperkuat koordinasi lintas sektor.

"Prinsipnya adalah dapatkan obat secara benar, gunakan sesuai arahan dokter, baik jenis maupun takarannya, kemudian simpan dengan memperhatikan tanggal kedaluwarsa, dan obat yang sudah kedaluwarsa dibuang sesuai aturan," ucap Arief.

Pengawasan Peredaran Obat Diperkuat

Sudin Kesehatan Jakarta Timur akan berkoordinasi dengan BPOM dan sektor pendidikan agar pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar dapat diterapkan di sekolah dan menjangkau remaja.

Koordinasi lintas sektor juga diarahkan untuk menindaklanjuti apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam penggunaan maupun peredaran obat di lapangan.

"Koordinasi lintas sektor juga akan dilakukan apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam penggunaan maupun peredaran obat di lapangan, sehingga memperkuat upaya perlindungan masyarakat sekaligus mencegah penyalahgunaan obat," ucap Arief.

Pemkot Jakarta Timur melalui edukasi Dagusibu mendorong masyarakat memahami penggunaan obat mulai dari cara mendapatkannya hingga membuang obat yang sudah tidak digunakan atau kedaluwarsa.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026