HOME  ⁄  Nasional

MediaMIND 2026 Dorong Penguatan Informasi Berimbang soal Kontribusi Industri Pertambangan

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

MediaMIND 2026 Dorong Penguatan Informasi Berimbang soal Kontribusi Industri Pertambangan
Foto: (Sumber :Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Suhasman, dalam sosialisasi pertama MediaMIND 2026 di UNHAS oleh Vale Indonesia, di Makassar (31/8/2026).)

Pantau - Informasi yang berimbang dan konstruktif mengenai industri pertambangan dinilai perlu terus diperkuat seiring besarnya kontribusi sektor tersebut terhadap perekonomian nasional dan kehidupan masyarakat.

Direktur Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin (UNHAS) Suhasman mengatakan masyarakat terkadang merespons informasi tanpa memahami konteks secara menyeluruh sehingga berpotensi memunculkan persepsi yang tidak tepat.

"Saya kadang-kadang kalau ada informasi yang kebetulan saya tahu, lalu melihat bagaimana respons netizen terhadap berita itu, ternyata lebih dari 50% sepertinya kadang-kadang dipersepsikan tidak sesuai dengan yang dimaksudkan," kata Suhasman dalam sosialisasi pertama MediaMIND 2026 oleh Vale Indonesia di UNHAS, Makassar, Senin, 31 Agustus 2026.

Isu Pertambangan Dinilai Kerap Dipahami Secara Parsial

Menurut Suhasman, isu pertambangan kerap dipersepsikan secara parsial, terutama karena adanya tarik-menarik antara kepentingan ekonomi dan lingkungan.

Perhatian masyarakat juga dinilai cenderung lebih besar terhadap informasi negatif dibandingkan informasi mengenai manfaat yang dihasilkan sektor pertambangan.

"Jarang itu kita tertarik membaca seberapa banyak sudah kebermanfaatan yang didapatkan dari aktivitas menambang misalnya dan berapa banyak luas yang ditambang dibandingkan dengan manfaat yang diperoleh dari tambang," ujarnya.

Sektor pertambangan saat ini memasuki babak baru dengan Indonesia memiliki cadangan mineral strategis seperti nikel, tembaga, bauksit, emas, dan timah.

Pengelolaan sumber daya mineral juga diarahkan tidak hanya bertumpu pada ekstraksi, tetapi meningkatkan nilai tambah melalui pengolahan di dalam negeri untuk mendukung perekonomian nasional.

MediaMIND 2026 Angkat Enam Subtema

MediaMIND 2026 menghadirkan enam subtema, yakni Ekonomi dan Investasi, ESG & Green Mining, Hilirisasi dan Industrialisasi, Ketahanan Mineral Indonesia, Kontribusi Sosial Masyarakat, serta Transformasi dan Inovasi.

Kompetisi karya jurnalistik tersebut resmi dimulai pada 1 Agustus 2026 dengan karya yang dapat dilombakan merupakan publikasi periode 15 September 2025 hingga 17 September 2026.

Batas pengumpulan karya bagi jurnalis ditetapkan pada 17 September 2026, sedangkan kategori umum, akademisi, dan pengamat dapat mengumpulkan karya hingga 25 Oktober 2026.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026