
Pantau - Pengendara sepeda motor diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintasi wilayah yang terdampak abu vulkanik karena partikel abu dapat mengurangi jarak pandang, menurunkan daya cengkeram ban, serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Pendiri dan Kepala Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan abu vulkanik harus diperlakukan sebagai bahaya serius bagi pengendara.
"Abu vulkanik yang menutup permukaan jalan dapat bertindak seperti lapisan pasir halus, sehingga grip ban turun drastis dan kendaraan lebih mudah mengalami selip, terutama ketika melakukan pengereman atau menikung," kata Jusri, Minggu, 6 September 2026.
Risiko tersebut semakin besar bagi sepeda motor karena kendaraan roda dua memiliki bidang kontak antara ban dan permukaan jalan yang lebih terbatas dibandingkan mobil.
Jusri mengingatkan paparan abu vulkanik tidak hanya membahayakan pengendalian kendaraan, tetapi juga berpotensi mengganggu mata dan sistem pernapasan pengendara.
Abu yang masuk ke dalam helm dapat mengganggu penglihatan, sedangkan partikel yang terhirup berpotensi mengganggu saluran pernapasan.
Partikel abu juga dapat masuk melalui sistem penyaringan udara kendaraan dan berisiko mengganggu kinerja mesin apabila paparan terjadi dalam jumlah banyak.
Jusri menyarankan pengendara menghindari perjalanan apabila abu sudah cukup tebal hingga mengubah warna atau tekstur permukaan jalan.
"Dalam kondisi abu vulkanik sedang tebal, keputusan Road Safety yang paling defensif bukan “bagaimana tetap berkendara”, tetapi “kapan harus berhenti dan tidak melanjutkan perjalanan," ucap dia.
Pengendara disarankan mencari lokasi aman dan menunggu kondisi membaik daripada memaksakan perjalanan di tengah paparan abu vulkanik yang tebal.
Apabila perjalanan tidak dapat ditunda, pengendara diminta menerapkan prinsip slow, smooth, straight untuk mengurangi risiko kehilangan kendali.
Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menghindari pengereman maupun akselerasi secara mendadak, serta tidak mengambil sudut kemiringan besar ketika menikung.
Masker atau respirator dan pelindung mata juga dianjurkan untuk mengurangi paparan partikel abu selama perjalanan.
Pengendara juga perlu memperlebar jarak dengan kendaraan di depan karena keterbatasan jarak pandang dapat memicu pengereman atau manuver secara tiba-tiba.
"Jangan sampai keinginan untuk segera tiba di tujuan justru berakhir di tengah kondisi jalan yang berbahaya," kata Jusri.
Keselamatan menjadi prioritas utama bagi pengendara ketika menghadapi jalan yang tertutup abu vulkanik, terutama jika kondisi sudah mengganggu visibilitas dan daya cengkeram ban.
- Penulis :
- Gerry Eka




