
Pantau - Pemerintah Kabupaten Pandeglang, Banten, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar hingga permukiman warga, Minggu (6/9/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD PK) Kabupaten Pandeglang Riza Ahmad mengatakan Gunung Anak Krakatau saat ini berstatus Level III atau Siaga berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Masyarakat dan nelayan diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau karena aktivitas erupsi berpotensi menimbulkan lontaran batu pijar yang membahayakan.
Petugas PVMBG merekomendasikan masyarakat menjauhi Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari titik erupsi.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan meningkat sejak Jumat (4/9/2026) malam dan terus dipantau oleh petugas serta pemerintah daerah.
"Kami hingga kini melakukan monitoring dan koordinasi dengan instansi terkait perkembangan peningkatan erupsi Gunung Anak Krakatau," kata Riza Ahmad.
Warga Diminta Menjauh Radius Tiga Kilometer
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Anak Krakatau di Pasauran, Serang, Muhammad Dika Nurzaman mengatakan masyarakat pesisir tidak perlu khawatir secara berlebihan meski status gunung berada pada Level III atau Siaga.
Menurut dia, potensi ancaman gelombang pasang sangat minim karena tubuh Gunung Anak Krakatau masih relatif kecil.
Potensi tsunami juga dinilai sangat kecil, tetapi masyarakat tetap diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak memasuki radius tiga kilometer.
"Kami minta masyarakat agar tenang dan tidak panik, dan tetap menjauh dari Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer," kata Muhammad Dika Nurzaman.
Abu Vulkanik Tebal Masuk Permukiman
Peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau menyebabkan abu vulkanik menyebar hingga sejumlah permukiman di wilayah Pandeglang.
Sejumlah warga Kecamatan Menes melaporkan abu vulkanik mengendap cukup tebal di teras dan halaman rumah sehingga harus dibersihkan berulang kali.
"Kami setiap tiga jam menyapu lantai di halaman rumah yang terdapat debu abu vulkanik," kata Titin, warga Desa Cilaban Bulan, Kecamatan Menes, Pandeglang.
Pemkab Pandeglang bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi dampak lanjutan terhadap masyarakat.
- Penulis :
- Gerry Eka




