HOME  ⁄  Nasional

Menhub Memastikan Penyeberangan Selat Sunda Tetap Beroperasi di Tengah Erupsi Anak Krakatau

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Menhub Memastikan Penyeberangan Selat Sunda Tetap Beroperasi di Tengah Erupsi Anak Krakatau
Foto: Arsip foto - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam bincang bersama awak media di Jakarta, Jumat (21/8/2026) malam.

Pantau - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan layanan penyeberangan di Selat Sunda masih beroperasi dan belum terdampak secara signifikan oleh erupsi Gunung Anak Krakatau hingga Minggu (6/9/2026).

Kementerian Perhubungan terus memantau kondisi penyeberangan, khususnya lintasan Merak-Bakauheni, bersamaan dengan pengawasan terhadap operasional penerbangan yang terdampak aktivitas vulkanik.

"Kami tidak hanya memonitor kondisi penerbangan, tapi kami juga memonitor penyeberangan di Selat Sunda khususnya, di mana saat ini secara operasional penyeberangan masih bisa dilakukan," kata Dudy dalam jumpa pers perkembangan situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.

Operasional penyeberangan masih berjalan normal, tetapi otoritas pelabuhan dan operator kapal diminta terus memperbarui informasi mengenai perkembangan kondisi di lapangan.

Keselamatan Pelayaran Jadi Prioritas

Kementerian Perhubungan meminta operator penyeberangan tidak memaksakan pelayaran apabila kondisi di lapangan dinilai tidak aman.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan pelayaran tetap menjadi prioritas di tengah perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan potensi sebaran abu vulkanik.

Operator pelabuhan dan kapal juga diimbau menyediakan masker bagi penumpang untuk membantu mengurangi paparan abu vulkanik selama perjalanan.

Dudy menegaskan layanan penyeberangan sejauh ini belum mengalami gangguan berarti, tetapi seluruh pihak tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Penumpang Menurun, Kapal Belum Ditambah

Kementerian Perhubungan belum menambah jumlah kapal yang melayani lintasan Merak-Bakauheni karena kapasitas armada yang tersedia masih mencukupi kebutuhan penumpang.

Dudy mengatakan jumlah penumpang penyeberangan justru menunjukkan tren menurun setelah erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Kami belum melakukan penambahan jumlah kapal penyeberangan dari Merak-Bakauheni karena kecenderungan penumpang saat ini justru malah menurun," ucap Dudy.

Menurut dia, sebagian masyarakat diduga memilih menunda atau membatalkan perjalanan antara Merak dan Bakauheni setelah meningkatnya aktivitas vulkanik di kawasan Selat Sunda.

"Dengan kondisi erupsi Anak Gunung Krakatau, banyak penumpang yang sepertinya membatalkan penyeberangan dari Merak ke Bakauheni ataupun sebaliknya," beber Menhub.

"Jadi, penambahan kapal penyeberangan belum kami lakukan, belum kami pandang perlu mengingat jumlah penumpang juga berkurang," tambah Menhub.

Kementerian Perhubungan memastikan pemantauan layanan penyeberangan akan terus dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keselamatan, keamanan, dan kelancaran mobilitas masyarakat.

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026