HOME  ⁄  Nasional

BMKG Mencatat 13.156 Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT Sejak Gempa Utama 15 Agustus

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

BMKG Mencatat 13.156 Gempa Susulan Mengguncang Flores NTT Sejak Gempa Utama 15 Agustus
Foto: (Sumber :Seorang warga membersihkan rumah yang rusak akibat gempa di Desa Lidi, Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/9/2026). Berdasarkan pencatatan tahap dua yang dilakukan BPBD setempat, sebanyak 4.937 rumah di Sikka mengalami kerusakan akibat gempa bumi pada 15 Agustus 2026. ANTARA FOTO/Mega Tokan/app/YU.)

Pantau - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 13.156 gempa susulan mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak gempa utama pada 15 Agustus 2026.

Berdasarkan data BMKG hingga Senin (7/9/2026) pukul 05.00 WIB, gempa susulan tersebut memiliki magnitudo beragam dengan kekuatan tertinggi mencapai magnitudo 6,2 dan terendah magnitudo 0,9.

BMKG mencatat sebanyak 36 gempa susulan memiliki kekuatan lebih dari magnitudo 5.

Dari total 13.156 gempa susulan yang terekam, sebanyak 177 kejadian dilaporkan benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Ribuan Gempa Terjadi Sejak 15 Agustus

Rangkaian gempa susulan berlangsung setelah gempa utama yang mengguncang wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Data terbaru mengenai aktivitas gempa tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resmi @infobmkg pada Senin pagi.

Meski jumlah gempa susulan telah mencapai belasan ribu kejadian, hanya sebagian kecil guncangan yang dapat dirasakan warga.

Gempa dengan magnitudo 6,2 menjadi gempa susulan berkekuatan paling besar yang tercatat BMKG dalam rangkaian tersebut.

Ribuan Rumah di Sikka Mengalami Kerusakan

Gempa bumi pada 15 Agustus 2026 sebelumnya menyebabkan kerusakan terhadap ribuan rumah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan pencatatan tahap kedua yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, sebanyak 4.937 rumah di Sikka mengalami kerusakan akibat gempa tersebut.

BMKG terus memantau rangkaian gempa susulan di wilayah NTT untuk mengetahui perkembangan aktivitas kegempaan setelah gempa utama.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026